KUALA KURUN – Tim reses daerah pemilihan (dapil) I yang terdiri dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunung Mas (Gumas) Daerah (Dapil) I menyampaikan laporan hasil reses ke-3 masa sidang I tahun sidang 2021. Tim reses itu terdiri dari Neni Yuliani, Nomi Aprilia, Lily Rusnikasi, Rayaniatie Djangkan, Arit S Bajau, Iceu Purnamasari, Dewi Sari, dan Yuniwa.
Pelaksanaan reses dapil I dilakukan di dua kelurahan dan satu desa, yakni Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Desa Tumbang Danau, Kecamatan Mihing Raya, serta Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun. “Dalam reses kali ini, kami lebih mengarah pada evaluasi dan monitoring pembangunan sarana dan prasarana yang sudah dikerjakan pada tahun 2021,” ucap Juru Bicara Tim Reses Dapil I Iceu Purnamasari, Senin, 3 Januari 2021.
Selain itu, lanjut dia, reses ini juga untuk penyerapan aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat, yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kecamatan, dan kelurahan, Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW), hingga akademisi. “Kami juga memanfaatkan reses ini sebagai ajang silaturahmi antara anggota DPRD Gumas dengan masyarakat, untuk membentuk kembali kepercayaan masyarakat terhadap kinerja anggota DPRD,” ujarnya.
Dari reses di Kelurahan Sepang Simin, pada bidang infrastruktur, dilakukan monitoring pengerjaan jalan Antang Taoi yang menghubungkan jalan lintas kabupaten, monitoring pengerjaan jembatan penyeberangan Sepang Kota-Sepang Simin, serta juga ada aspirasi berupa penambahan gedung kantor (aula) Kelurahan Sepang Simin beserta fasilitasnya. “Kalau di bidang pendidikan, kami meninjau fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sepang. Memang fasilitasnya cukup memadai dan bisa dijadikan percontohan untuk sekolah lain di Kabupaten Gumas,” tuturnya.
Selanjutnya di Desa Tumbang Danau, kata dia, tim reses memonitoring pelaksanaan bantuan sosial (bansos) di Desa Tumbang Danau, dan menerima usulan untuk peningkatan atau perbaikan jalan desa di tahun anggaran 2022. “Kami juga meninjau ketersediaan air bersih di Desa Tumbang Danau. Memang fasilitas penyediaan air bersih sudah ada, namun belum dialirkan ke rumah warga,” sesalnya.
Lalu Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, pada bidang pendidikan, dilakukan monitoring jalan masuk ke SDN 4 Kurun yang kondisinya sangat memprihatinkan, pagar belum ada serta lapangan kebanjiran jika hujan deras, sekolah itu kurang aman karena sering dilalui warga sehingga mengganggu belajar murid. Di samping itu, pendataan Kartu Gunung Mas Pintar (KIP) juga tidak tepat sasaran, berdasarkan data sekolah ke Dinas Sosial. “Untuk bidang infrastruktur, pembangunan jembatan Sei Kahat belum selesai 100 persen, karena belum pengaspalan dan bangunan jembatan lebih tinggi dari pemukiman warga, sehingga mengakibatkan air masuk ke dalam rumah warga,” tukasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post