KUALA KURUN – Selain virus corona atau covid-19, penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga harus diantisipasi oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terlebih pada musim penghujan seperti sekarang ini. Harus ada upaya pencegahan untuk meminimalisir semakin banyaknya penderita DBD.
”Penyakit DBD sifatnya musiman, yakni selalu terjadi di musim penghujan. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan dari masyarakat sebelum wabah penyakit ini semakin banyak bermunculan,” ucap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Lily Rusnikasi, Jumat 3 April 2020.
Di samping itu, kata dia, instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat harus cepat tanggap dalam hal pencegahan penyakit DBD tersebut. Apabila ada ditemukan, mereka harus segera turun ke lapangan. Jangan hanya menunggu laporan saja.
”Wajib turun ke lapangan. Jangan hanya mengandalkan ujung tombak yakni puskesmas saja. Paling tidak, mereka bisa melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit DBD,” ujarnya.
Selain langkah pencegahan, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga meminta kepada dinkes dan puskesmas untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan penderita DBD, seperti bubuk abate, obat-obatan, dan fasilitas kesehatan lainnya.
”Segala sesuatu harus dipersiapkan, sebelum wabahnya bermunculan. Deteksi dini juga wajib dilakukan, sehingga tidak banyak korban,” tegas legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar selalu menjaga lingkungan mereka. Apabila ada genangan air, maka harus segera dibuang, karena itu merupakan tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegepty penyebar penyakit DBD.
(sid/matakalteng.com)


