SAMPIT – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang hingga kini masih menjadi salah satu daerah dengan panjang jalan rusak terbesar di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya sebagai bagian dari upaya mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
Muhammad Syauqie mengungkapkan bahwa persoalan jalan rusak di Kalteng telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah pusat, termasuk pada forum tingkat nasional. Menurutnya, berdasarkan data yang disampaikan, Kalteng bahkan pernah tercatat sebagai provinsi dengan panjang jalan rusak terpanjang di Indonesia.
“Kami sudah menyampaikan di tingkat pusat pada saat TDP nasional bahwa Kalimantan Tengah ini juara satu untuk jalan rusak terpanjang di Indonesia. Terutama kalau melihat kondisi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk tingkat kabupaten sendiri di daerah ini juga termasuk yang paling banyak jalan rusaknya,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa pihaknya di DPR RI terus mendorong agar pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan dan perbaikan jalan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita mendorong pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum agar bisa memberikan perhatian khusus kepada Kalimantan Tengah terkait pembangunan infrastruktur jalan,” katanya.
Namun demikian, Syauqie juga mengakui bahwa upaya perbaikan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara instan karena masih berkaitan dengan kemampuan fiskal daerah maupun prioritas anggaran pembangunan. Ia menyebutkan bahwa kondisi fiskal yang belum terlalu kuat membuat pembangunan infrastruktur memerlukan waktu dan proses bertahap.
“Ini juga harus bersinergi dengan kondisi fiskal kita. Fiskal kita masih belum terlalu kuat, sehingga pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu,” jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan kondisi tersebut dapat berubah. Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah maupun perwakilan daerah di tingkat pusat, perbaikan jalan di Kalteng diharapkan dapat terealisasi secara bertahap.
“Insyaallah paling lambat dua sampai tiga tahun lagi kita akan kembalikan bahwa kita bukan lagi yang terpanjang jalan rusaknya. Mudah-mudahan justru kita yang paling pendek,” katanya.
Syauqie menambahkan, perjuangan untuk memperjuangkan perbaikan jalan di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara konsisten setiap tahun. Upaya tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan dalam berbagai forum, tetapi juga melalui dokumen resmi yang disampaikan kepada pemerintah pusat.
Ia menyebutkan bahwa dokumen tersebut juga didukung oleh para kepala daerah di Kalimantan Tengah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, sebagai bentuk keseriusan bersama dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Hampir setiap tahun kami selalu mengulang penyampaian ini. Walaupun tidak selalu kami sampaikan secara langsung, tetapi dokumen tertulis tetap kami kirimkan dan didukung oleh para bupati, wali kota, serta gubernur, ditambah dengan rekomendasi dari kami di DPR RI,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan memperbaiki infrastruktur jalan di Kalteng merupakan upaya bersama antara pemerintah daerah dan perwakilan daerah di tingkat pusat. Oleh karena itu, koordinasi dan sinergi menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lebih maksimal.
“Pak bupati sudah berjuang, pak gubernur juga berjuang. Kami yang di pusat juga sama. Jadi kita tidak tinggal diam, kita terus berupaya agar Kementerian Pekerjaan Umum bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post