PULANG PISAU – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Kabupaten Pulang Pisau mendapatkan instruksi langsung dari Gubernur H Sugianto Sabran saat kunjungan mengecek lokasi sumur bor rey 4 Desa Mantaren 1, Selasa 17 September 2019.
Dalam instruksinya, Pemerintah Daerah harus mengoptimalkan persiapan untuk langkah pencegahan Karhutla yang terjadi kurun waktu 4 tahun sekali. “Karena ini merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan pemerintah daerah,” ucap Sugianto. Lanjutnya, berbicara masalah peralatan pasti selalu mengalami kekurangan.
Kedepannya, pihaknya akan lebih mempersiapkan segala peralatan, personil, mobil tangki dan embung portabel untuk menampung air saat kemarau melanda. Sementara itu, Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo mengatakan sudah banyak upaya pemerintah daerah untuk melakukan penanganan karhutla yang terjadi di beberapa titik hotspot api.
“Upaya yang kami lakukan melalui BPBD, telah mengerahkan semua personil untuk melakukan pemadaman di lokasi karhutla yang nantinya akan terus kami kerahkan sampai karhutla ini berhenti,” kata Edy ditempat yang sama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis, Salahudin menyebutkan faktor utama terjadinya karhutla ini ialah manusia dan ditambah faktor cuaca. “Jadi, karhutla ini memang ada unsur kesengajaan, tidak tau motifnya apa. yang jelas, BPBD akan terus berupaya menangani hal ini,” tutup Salahudin.
(and/matakalteng.com)
















Discussion about this post