PALANGKA RAYA – Program seragam gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bagi siswa SMA/SMK mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Palangka Raya, Yenihayati, menyatakan pihaknya bangga dan bersyukur atas perhatian pemerintah yang besar terhadap dunia pendidikan, khususnya untuk meringankan beban orang tua siswa.
“Tahun ini seluruh perlengkapan siswa diberikan secara gratis, mulai dari sepatu hingga baju seragam. Beberapa item yang akan diterima siswa antara lain seragam pramuka, putih-abu, dan seragam olahraga. Ini luar biasa,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 8 Juli 2025.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atas program ini. “Program ini sangat membantu, terutama bagi orang tua siswa yang kurang mampu,” tambahnya.
Tahun ini, SMA Negeri 3 Palangka Raya menerima 11 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah siswa sekitar 40 orang per rombel, sehingga total siswa baru mencapai kurang lebih 440 orang. Pendataan ukuran seragam siswa sudah dilakukan sejak proses pendaftaran ulang.
“Kami sudah mendata ukuran baju, celana, dan sepatu yang disampaikan langsung oleh orang tua siswa saat daftar ulang. Data itu sudah kami serahkan ke Dinas Pendidikan. Sekolah hanya bertugas mendata,” jelas Yenihayati.
Menurutnya, seluruh pengadaan seragam ditangani sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan Provinsi, termasuk distribusinya ke sekolah. “Jadwal distribusi kami belum dapat informasi pastinya, tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah mulai disalurkan,” katanya.
Dia juga memastikan seluruh perlengkapan sekolah diberikan gratis tanpa pungutan apa pun dari pihak sekolah. “Tidak ada pengadaan mandiri dari sekolah. Semua berasal dari pemerintah provinsi. Kami hanya mendata dan menyampaikan kebutuhan siswa. Terima kasih atas dukungan luar biasa dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Yenihayati juga mengimbau para orang tua untuk mendukung anak-anaknya dalam menempuh pendidikan. “Program ini sudah sangat membantu. Tidak ada alasan lagi bagi anak-anak untuk putus sekolah karena biaya. Pemerintah sudah memfasilitasi semuanya. Mohon dukungan orang tua agar anak-anak tetap semangat bersekolah,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post