NANGA BULIK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lamandau menyelenggarakan pelatihan penyusunan laporan melalui Aplikasi Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (Arkas) di aula BKD setempat, dengan diikuti oleh semua bendahara Sekolah tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD), Senin 11 Juli 2022.
Kepala Dinas Dikbud Lamandau, Abdul Kohar, melalui Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, Sigit Widodo kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya perlu melaksanakan pelatihan penyusunan laporan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar seluruh sekolah yang ada di Lamandau dapat memahami tatacara dan pengoperasionalan aplikasi Arkas dalam penyusunan laporan dana Bos.
“Penerapan pelaporan BOS melalui Arkas ini memang baru tahun lalu, sehingga masih ada beberapa sekolah yang belum memahaminya, sehingga hari ini kita kembali melaksanakan pelatihan terkait itu,” ungkapnya.
Dirinya menyebut,pelatihan penyusunan laporan BOS melalui Arkas akan berlangsung selama 3 hari mulai 11 hingga 13 Juli 2022. “Hari pertama diikuti oleh para bendahara sekolah SD dari wilayah Kecamatan Kecamatan bulik dan delang, hari kedua Kecamatan Lamandau, Belantikan Raya dan Sematu Jaya dan terakhir dari wilayah Kecamatan Menthobi Raya, Bulik Timur dan Batang Kawa,” ujarnya.
Sigit menambahkan, jumlah sekolah SD di Kabupaten Lamandau sebanyak 107 sekokah. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan nantinya setiap sekolah dapat melakukan pelaporan dana bos sesuai dengan rencana kegiatan anggaran sekolah yang sdh ditetapkan melalui Arkas.
Sementara, saat ditanya terkait hari pertama dimulainya tahun pelajaran 2022-2023, Sigit menyebut bahwa secara umum di Lamandau tidak ada masalah. “Sekolah di Lamandau sudah melaksanakan pembelajaran muka 100 persen. Dan hari ini adalah hari pertama masuk tahun pelajaran baru 2022-2023,” terangnya.
Seperti tahun sebelumnya, Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) juga tetap ada. Dan kita berharap dalam pelaksanaannya pihak sekolah lebih menekankan tentang pengenalan lingkungan sekolah masing-masing.
“Jangan ada tindakan kekerasan yang tidak diinginkan. Jadikan waktu MOPDP sebagai waktu yang menyenangkan, sehingga anak-anak nantinya akan merasa gembira saat belajar di sekolah,” pungkasnya.
(Btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post