NANGA BULIK – Bupati Lamandau Hendra Lesmana didampingi Camat Bulik, Mulat’midy, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Desa Tamiang Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, Rabu 29 September 2021.
Agenda kunjungannya kali ini, Bupati Hendra Lesmana meresmikan Jembatan Jamutan yang berlokasi kurang lebih 1 Km sebelum memasuki desa Tamiang. Selanjutnya Bupati menyaksikan serah terima 1 unit mobil ambulance dari Tim Pengelola Kebun Desa (TPKD) desa setempat kepada Pemerintah Desa Tamiang.
Dalam sambutannya, Bupati Hendra, mengapresiasi kerja keras TPKD Tamiang dalam mengelola kebun desa, sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat desa setempat.
“Hasil yang saat ini bisa dinikmati, tentu bukan muncul tiba-tiba, namun perlu proses dan perjuangan bersama. Saya berharap, kepada Pemerintah desa Tamiang dan juga TPKD Tamiang agar tetap bersinergi, saling mendukung dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, bahwa dalam setiap kesempatan kunjungan ke sejumlah desa, kemajuan yang ada di Desa Tamiang selalu disebut dan diharapkan dapat menjadi pilot project bagi desa-desa lainnya.
Diketahui, mobil ambulance seharga Rp 230 juta lebih yang diresmikan itu dananya bersumber dari hasil pemanfaatan alat berat jenis excavator yang dibeli dari hasil pengelolaan kebun desa. Sedangkan untuk rehabilitasi jembatan Jamutan yang menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta, dananya berasal dari hasil pengelolaan kebun desa oleh TPKD.
Ketua TPKD Tamiang, Edi Manto, mengatakan bahwa pembelian mobil ambulance merupakan hasil kesepakatan dan telah melalui Musyawarah Desa (Musdes). “Kami merasa mobil ambulance adalah satu kebutuhan yang sangat mendasar. Selama ini jika ada warga yang sakit dan ketika harus dirujuk ke RSUD Lamandau itu menggunakan mobil pick up,” ujarnya.
Dengan adanya mobil ambulan ini, dirinya berharap dapat lebih membantu masyarakat yang membutuhkan serta dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga desa Tamiang.
Diakuinya, selain membeli 1 unit ambulan dan melakukan rehabilitasi jembatan, beberapa bulan lalu TPKD Tamiang juga telah memperbaiki akses jalan menuju pemakaman umum serta membeli generator set (genset) yang dibeli untuk memenuhi kebutuhan listrik semua warga.
Dengan adanya genset milik desa itu, masyarakat desa Tamiang kini sudah bisa menikmati listrik. Bahkan tanpa harus membayar tagihan listrik karena semuanya sudah ditanggung oleh TPKD.
“Perekonomian masyarakat desa terangkat semenjak adanya kebun desa yang dikelola dengan baik dan transparan, dengan sinergitas antara Pemdes, TPKD dan masyarakat, saya yakin desa Tamiang akan semakin maju dan sejahtera,” pungkas Edi Manto.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post