SAMPIT – Pemadaman listrik yang terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional lampu lalu lintas dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan sebagian besar traffic light yang dikelola Dishub masih menggunakan sistem timer. Ketika listrik padam selama berjam-jam, seluruh pengaturan waktu harus dikalibrasi ulang agar lampu kembali bekerja sesuai jadwal.
“Kalau listrik padam enam sampai tujuh jam, timer ikut bergeser. Akibatnya ada lampu yang masih menyala pada siang hari atau justru belum menyala saat malam. Semua itu harus kami setel ulang,” ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, penyetelan ulang sebenarnya tidak memerlukan waktu lama. Namun pekerjaan tersebut hanya dapat dilakukan oleh teknisi yang memiliki kemampuan khusus sehingga keterbatasan personel menjadi tantangan tersendiri bagi Dishub.
Menurut Raihansyah, kondisi yang paling berbahaya justru ketika listrik padam dan menyala berulang kali dalam waktu singkat. Fluktuasi tegangan tersebut dapat merusak perangkat elektronik yang berada di dalam panel pengendali lampu lalu lintas maupun PJU.
“Kalau mati lama biasanya hanya mengubah pengaturan timer. Tetapi kalau hidup-mati terus, komponen elektronik bisa rusak karena tegangan tidak stabil,” katanya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Dishub telah mengganti sekitar 30 kontaktor, yaitu komponen yang menghubungkan timer dengan sistem pengendali lampu. Kerusakan komponen tersebut diduga kuat dipicu oleh kondisi listrik yang tidak stabil selama beberapa hari terakhir.
Meski harus melakukan perbaikan di sejumlah titik, Dishub memastikan belum ada penambahan anggaran personel. Fokus utama saat ini adalah mengembalikan seluruh sistem lampu lalu lintas dan PJU agar kembali berfungsi normal sehingga keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post