SAMPIT – Upaya memperluas perlindungan bagi pekerja terus dilakukan melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Literasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pentingnya jaminan sosial bagi para pekerja.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sampit, Dwi Ari Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendorong perluasan kepesertaan di wilayah Kotim.
“Melalui rapat koordinasi dan literasi ini kami ingin memastikan masyarakat, khususnya para pekerja di Kecamatan Baamang, memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program ini bukan hanya untuk pekerja formal, tetapi juga sangat penting bagi pekerja sektor informal agar mereka memiliki perlindungan ketika terjadi risiko kerja,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat program jaminan sosial, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua (JHT).
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan menjadi langkah strategis agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak pekerja, khususnya di sektor informal yang jumlahnya cukup besar di Kotim.
“Peran pemerintah daerah, kecamatan hingga perangkat desa sangat penting untuk membantu menyosialisasikan program ini. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan semakin banyak pekerja yang terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Dwi juga menambahkan bahwa perlindungan jaminan sosial memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko seperti kecelakaan kerja atau musibah lainnya.
Ia berharap kegiatan literasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong para pekerja yang belum terdaftar untuk segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Harapannya setelah kegiatan ini, semakin banyak pekerja yang sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial dan segera mendaftarkan diri sebagai peserta. Dengan begitu, kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat lebih terjamin,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post