SAMPIT – Camat MB Ketapang, Irpansyah, menegaskan komitmennya untuk membersihkan kawasan rawan peredaran narkoba di belakang eks Golden, Kota Sampit, Kecamatan MB Ketapang. Ia menyebut kawasan tersebut akan menjadi prioritas pemulihan setelah sebelumnya menjadi sorotan dalam rapat bersama BNNK, Pemkab, dan DPRD Kotawaringin Timur.
“Saya sebagai aparat pemerintah kecamatan dan kelurahan sudah berkomitmen menjadikan kawasan itu bebas dari transaksi narkoba. Karena itu kami panggil semua pihak yang terkait, sebab diperlukan dukungan semua pihak khususnya warga yang tinggal di sekitar belakang Golden dan sekitarnya,” tegas Irpansyah, Selasa 2 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan sudah meminta dukungan seluruh ketua RT untuk mengawal rencana sosialisasi yang akan dilaksanakan BNNK sesuai pembahasan di DPRD.
Selain itu, ia mendorong pembentukan kelompok swadaya masyarakat anti-narkoba di lingkungan tersebut sebagai langkah pemberdayaan warga agar berani ikut mencegah peredaran barang haram itu.
“Kelompok swadaya ini nanti akan kita bentuk bersama RT, dan peran serta tugasnya akan disesuaikan dengan arahan pimpinan BNNK. Intinya, para pengedar dan pemakai harus merasa takut untuk bergerak di lokasi itu karena sudah ada kelompok masyarakat yang ikut menjaga,” terangnya.
Ia menegaskan upaya ini akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai langkah serius menjadikan kawasan tersebut benar-benar bersih dari narkoba.
Sementara itu, salah satu ketua RT setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa warga sebenarnya sangat mendukung upaya pemerintah.
Menurutnya, setiap kali ada sosialisasi, warga selalu hadir dalam jumlah banyak, namun para pelaku yang diduga terlibat narkoba tidak pernah muncul.
“Kalau warga kami pasti hadir, tapi orang-orang yang terindikasi terlibat narkoba itu selalu menghindar. Mereka biasanya datang ke lokasi hanya untuk berjualan, setelahnya mereka tidak di situ. Kampung kami dekat pasar, jadi mereka berbaur di sana. Kami sebenarnya tahu ada pergerakan itu, bahkan kami pun pernah ditawari,” ungkap sang RT.
Ia mengaku para ketua RT tidak dapat melakukan pengamanan langsung karena adanya ancaman dari para pelaku. Kondisi ini menyebabkan warga takut menjadi saksi saat terjadi penggerebekan.
“Intimidasinya cukup sadis, makanya tidak ada yang berani. Yang jelas, para pengedar itu bukan warga kami,” tegasnya.
RT lainnya menambahkan bahwa langkah paling efektif untuk menekan peredaran narkoba adalah dengan mengadakan patroli rutin setiap malam.
Ia menyebut bahwa para pelaku biasanya beraktivitas mulai pukul 22.00 hingga dini hari, bahkan hingga pukul 01.00–02.00, yang sering menimbulkan kebisingan dan mengganggu waktu istirahat warga.
“Kalau bisa memang patroli itu rutin setiap malam. Tidak perlu lama, cukup berkeliling saja. Yang penting ada patroli menyeluruh. Kalau mendengar ada patroli, mereka pasti bubar,” ujarnya.
Warga juga menyambut baik rencana sosialisasi dan pemasangan baliho peringatan bahaya narkoba di belakang Golden, namun tetap berharap patroli menjadi prioritas.
Ia juga meluruskan pandangan publik terkait lokasi peredaran narkoba. Menurutnya, transaksi bukan terjadi di permukiman warga, melainkan di area depan dekat pasar dan tepat di belakang eks bangunan Golden.
“Coba survei saja, pasti ada yang menahan motor untuk menawarkan barang. Saya pun pernah ditawari karena mereka tidak tahu saya ketua RT. Mereka itu bukan warga kami,” jelasnya.
Karena para pelaku bukan penduduk setempat, sosialisasi tidak bisa melibatkan mereka secara langsung. Target utamanya adalah warga agar mereka tidak ikut terlibat, memahami bahayanya narkoba, serta menunjukkan kepada para pelaku bahwa lingkungan tersebut sudah mulai diperketat.
“Melalui sosialisasi, para pelaku akan tahu bahwa warga sudah mulai bergerak. Tapi patroli tetap yang paling efektif. Namun memang ada patroli, mereka lari dan berbaur di pasar sehingga sulit diketahui siapa pelakunya. Selain itu, warga juga ingin ketika mereka melapor, keamanan mereka tetap terjamin,” tegasnya.
Upaya terpadu pemerintah kecamatan, BNNK, ketua RT, dan warga diharapkan mampu memulihkan kawasan belakang Golden dari aktivitas narkoba yang meresahkan selama ini, serta mengembalikan keamanan bagi masyarakat sekitar.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post