SAMPIT – Kekhawatiran terhadap peredaran narkoba di Kelurahan Ketapang, khususnya wilayah belakang Golden, semakin menguat setelah muncul informasi bahwa barang haram tersebut dijual dengan harga sangat murah, yakni hanya Rp10.000 hingga Rp15.000 per paket.
Harga yang terjangkau bagi pelajar ini dikhawatirkan menjadi strategi sindikat untuk memancing anak-anak mencoba narkoba sejak usia muda. Kondisi ini membuat Pemerintah Kecamatan MB Ketapang meningkatkan langkah pencegahan secara lebih serius.
Camat MB Ketapang, Irpansyah, mengungkapkan bahwa wilayahnya merupakan salah satu kecamatan dengan penduduk terbesar di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Jumlah penduduk Kecamatan MB Ketapang ini hampir 107 ribu jiwa. Dengan jumlah dan luasan yang hampir setara dengan kabupaten tetangga, tentu banyak problematika yang muncul, termasuk persoalan peredaran narkoba,” ujarnya, Senin 1 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan selama ini tidak tinggal diam. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan di setiap kesempatan, terutama menyasar kegiatan masyarakat yang rutin digelar.
“Kami selalu memberikan himbauan tentang bahaya narkoba, termasuk di kegiatan Posyandu dan acara keagamaan. Ini bagian dari langkah kami menjaga nama baik Kecamatan MB Ketapang,” ucapnya.
Namun, upaya tersebut kini diperkuat pasca sejumlah masukan dari DPRD Kotim terkait perlunya pendataan menyeluruh terhadap warga di kawasan rawan, khususnya belakang Golden.
“Kami akan tindak lanjuti semua masukan. Di wilayah itu ada tiga RT dengan keberagaman suku. Kami bersama lurah akan memanggil kembali para RT untuk bersinergi melakukan sosialisasi bahaya narkoba,” kata Irpansyah.
Selain sosialisasi, pihak kecamatan juga menyiapkan langkah lanjutan yang bersifat pemberdayaan. Irpansyah menilai bahwa faktor ekonomi turut menjadi pendorong seseorang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Melalui kelurahan, nanti kami akan melakukan pembinaan dan pelatihan usaha. Karena wilayah itu dekat pasar, mungkin para pelaku ini sebenarnya belum bekerja. Kami ingin mereka memiliki fokus baru seperti UMKM atau usaha lain yang lebih bermanfaat,” jelasnya.
Informasi mengenai strategi peredaran narkoba yang menyasar pelajar dengan harga sangat murah menjadi sorotan serius pemerintah kecamatan.
“Memang informasinya, narkoba sudah menyasar usia anak-anak. Ada yang dijual seharga Rp10.000 sampai Rp15.000 supaya mereka mencoba. Saat kecanduan, dosis dan harganya mulai dinaikkan. Anak sekolah dengan uang segitu masih mampu membelinya, dan masa remaja adalah masa mencoba-coba,” ungkapnya.
Kendati informasi tersebut masih perlu pendalaman, Irpansyah menilai hal itu perlu segera direspons melalui pencegahan langsung ke sekolah-sekolah.
“Ini yang harus kita tegaskan kepada anak-anak SMP dan SMA. Jangan biasakan coba-coba, karena dari coba-coba bisa menjadi kebiasaan. Meski informasinya belum sepenuhnya valid, kita tidak boleh mengabaikan,” tegasnya.
Irpansyah memastikan bahwa pihak kecamatan bersama kelurahan, RT, dan tokoh masyarakat akan terus memperkuat pengawasan serta pemberdayaan masyarakat agar wilayah MB Ketapang dapat benar-benar bersih narkoba atau bersinar.
“Intinya, kita berupaya maksimal agar masalah ini tidak semakin meluas,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post