SAMPIT – Aktivitas belajar di SDN Kunjung Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap berlangsung meski sekolah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan setelah warga melaporkan kemunculan seekor buaya berukuran besar di sungai depan sekolah beberapa hari lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, sejak awal pekan ini debit air terus meningkat.
“Pada hari Senin ketinggian air sekitar 15 sentimeter, dan update terakhir hari ini, Rabu 15 Oktober 2025 pukul 12.35 WIB, naik menjadi kurang lebih 25 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Namun kegiatan belajar mengajar masih tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Multazam menambahkan, pihaknya menerima informasi dari warga bahwa beberapa hari lalu ada buaya melintas di sungai depan sekolah.
“Ukuran buaya lumayan besar, sekitar tiga depa atau lebih dari tiga meter. Warga sudah memasang papan di bagian depan lapangan sekolah untuk antisipasi agar hewan itu tidak bisa masuk ke area sekolah,” jelasnya.
Ia menyebut, BPBD telah berkoordinasi dengan Camat Teluk Sampit untuk segera meninjau lokasi dan melakukan kaji cepat.
“Baru saja kami berkomunikasi dengan Pak Camat, beliau menyampaikan akan menuju ke lokasi. Kami dari BPBD juga akan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini,” katanya.
Menurut Multazam, SDN Kunjung Lampuyang memang kerap tergenang setiap kali terjadi banjir rob. Namun kali ini kekhawatirannya bertambah karena adanya potensi ancaman dari hewan predator di sekitar lingkungan sekolah.
“Ini yang menjadi perhatian kami. Walaupun banjir, anak-anak tetap bersekolah. Informasi ini sudah saya laporkan kepada pimpinan agar menjadi atensi bersama,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa foto-foto yang diterima menunjukkan siswa tetap mengikuti pelajaran di tengah genangan air.
“Beberapa waktu lalu saat hujan deras di wilayah selatan kondisinya juga sama. Kami sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan agar ada perhatian khusus terhadap sekolah ini, paling tidak agar tempatnya lebih layak dan aman bagi anak-anak,” tegasnya.
Dengan kondisi yang berisiko ini, BPBD mengimbau semua pihak, terutama guru dan orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bahaya banjir maupun ancaman hewan liar di sekitar lingkungan sekolah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post