SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menaikkan pajak secara berlebihan meskipun dana transfer dari pemerintah pusat mengalami pengurangan. Ia menilai, langkah tersebut penting untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Terkait dana transfer yang berkurang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, otomatis karena ini adalah kebijakan dari pemerintah pusat. Kita tahu pemerintah pusat juga mungkin karena penerimaan negara jauh dari target atau memang mungkin ada program prioritas Asta Cita dari Presiden, sehingga kita ikuti saja,” ujar Halikinnor, Selasa 7 Oktober 2025.
Ia menambahkan, dengan kondisi anggaran yang sebagian besar masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, pemerintah daerah harus lebih cermat dalam melakukan manajemen keuangan. Prioritas utama tetap diberikan pada pemenuhan hak-hak pegawai serta sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan.
“Makanya dengan anggaran yang masih sangat tergantung dari pemerintah pusat, dengan adanya pengurangan dana transfer ini, kita bagaimana me-manage atau mengatur itu. Terutama untuk hak-hak pegawai yang kita prioritaskan, dan kedua juga di bidang kesehatan serta pendidikan. Tentunya menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” katanya.
Halikinnor mengakui, berkurangnya dana transfer memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pembangunan. Namun, ia menekankan pentingnya langkah efisiensi dan pengelolaan anggaran yang bijak agar kinerja pemerintahan tetap optimal meski dengan sumber daya terbatas.
“Kita pun berusaha untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi saya berkomitmen tidak akan menaikkan pajak yang berlebihan yang membebani masyarakat. Karena kita tahu jika meningkatkan pajak terlalu berlebihan, masyarakat akan menjadi korban,” tegasnya.
Sebagai solusi, Halikinnor menekankan pentingnya efisiensi di berbagai sektor agar setiap rupiah yang dikeluarkan dapat memberikan dampak maksimal bagi pembangunan daerah. Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru tanpa harus menambah beban kepada masyarakat.
“Kita upayakan melalui efisiensi, bagaimana supaya dana yang sangat terbatas tetapi kinerja kita masih bisa tetap tercapai,” pungkas Halikinnor.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Kotim berupaya memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan baik. Komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah tanpa membebani masyarakat menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Halikinnor.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post