SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyatakan dukungan penuh terhadap wacana pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di Kota Sampit. Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus meningkat di daerah tersebut.
Menurut Halikinnor, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pimpinan Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membahas tahapan rencana pembangunan tersebut.
“Tahapan-tahapan dalam waktu dekat saya akan koordinasi dengan pimpinan Muhammadiyah Provinsi Kalteng terkait wacana pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di Kota Sampit, yang mana itu harus melalui beberapa tahapan,” ujarnya, Selasa 12 Agustus 2025.
Saat ini, kata dia, Kabupaten Kotim hanya memiliki tiga rumah sakit, yakni RSUD dr Murjani Sampit, Rumah Sakit Pratama Parenggean, dan Rumah Sakit Pratama Samuda. Jumlah tersebut dinilai belum memadai untuk menampung seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Banyak pasien membludak di rumah sakit kita sehingga kita cukup kewalahan. Karena itu, kita sangat bersyukur jika ada pihak swasta yang ingin membangun rumah sakit di Kabupaten Kotim,” tegas Halikinnor.
Selain Rumah Sakit Muhammadiyah, Bupati mengungkapkan adanya wacana pembangunan Rumah Sakit Pambelum yang saat ini berada di Palangka Raya. Rencana ini akan menambah jumlah fasilitas kesehatan swasta di Kotim dalam waktu mendatang.
“Kemungkinan nanti akan ada dua rumah sakit swasta yang dibangun di Kabupaten Kotim,” katanya.
Halikinnor menilai, kehadiran dua rumah sakit swasta tersebut akan membantu meringankan beban rumah sakit daerah. Pasien akan memiliki lebih banyak pilihan layanan kesehatan dengan fasilitas yang memadai dan waktu tunggu yang lebih singkat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar pembangunan rumah sakit swasta itu berjalan lancar. Dukungan ini mencakup kemudahan perizinan dan percepatan pemberian rekomendasi yang dibutuhkan.
“Dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi mempertanyakan hal apa saja yang bisa dibantu oleh pemerintah daerah. Kita akan mempercepat hal-hal yang berkaitan dengan rekomendasi agar pembangunan rumah sakit swasta itu dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Ia berharap, dengan bertambahnya fasilitas kesehatan di Kotim, kualitas pelayanan kesehatan dapat meningkat, angka rujukan keluar daerah berkurang, dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan medis berkualitas.
“Semoga semua rencana ini bisa terealisasi dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)







