SAMPIT – Sebuah mobil hias berhiaskan kekayaan budaya Dayak dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu pusat perhatian dalam karnaval budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025 yang digelar di Bundaran Besar, Palangka Raya. Lambangkan kekayaan budaya Dayak dan semangat Isen Mulang.
Nuansa etnik kental yang ditampilkan menggambarkan semangat pantang menyerah sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk mencintai budaya lokal.
Mobil hias dari Bumi Habaring Hurung ini tampil megah dengan patung kepala burung enggang berukuran besar di bagian depan, simbol sakral suku Dayak, dilengkapi bulu dan sisik buatan yang menyerupai tekstur alami.
Ornamen tradisional berwarna cerah seperti kuning, merah, hijau, dan putih menghiasi seluruh badan mobil, menciptakan tampilan yang semarak dan penuh karakter.
“Mobil hias ini kami rancang untuk menampilkan kekuatan identitas budaya Kotim sekaligus menyampaikan pesan pelestarian budaya kepada generasi muda,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis 22 Mei 2025.
Di bagian atas mobil, berdiri replika rumah betang lengkap dengan potret Bupati dan Wakil Bupati Kotim, serta sepasang muda-mudi Dayak mengenakan busana adat yang memberikan salam hormat ke arah Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan para pejabat lainnya di panggung utama.
“Simbol ini menggambarkan keselarasan antara warisan budaya dan kepemimpinan daerah yang peduli terhadap pelestariannya,”jelasnya.
Mobil hias Kotim tak hanya mencuri perhatian karena kemegahannya, tapi juga menyuarakan semangat “Isen Mulang” melalui visual dan nilai-nilai budaya yang dikemas secara kreatif.
Kehadirannya memperkaya FBIM 2025 sebagai ajang unjuk pesona budaya Kalimantan Tengah yang terus hidup dan berkembang.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post