SAMPIT – Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2025 diwarnai kejutan besar. Tiga dari lima kandidat Ketua PWI tiba-tiba menyatakan mundur dari pencalonan usai menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta konferensi yang digelar di Gedung Wanita, Sampit, Rabu, 14 Mei 2025.
Ketiga kandidat yang mengundurkan diri adalah Dody Rafliansyah, Pujo Darmanto, dan Pathurrachman. Padahal sebelumnya, ketiganya tampil penuh semangat dan percaya diri saat mendaftarkan diri sebagai calon nahkoda organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.
Keputusan mundur secara mendadak tersebut sempat memicu riuh dari para anggota yang hadir. Banyak yang tidak menyangka, karena para calon tampak siap bertarung hingga pemungutan suara.
Dody menjadi calon pertama yang menyatakan mundur setelah menyampaikan visi dan misinya. Dengan suara lantang, “Saya maju dengan niat membawa PWI Kotim menjadi lebih terbuka dan progresif. PWI harus jadi rumah kita semua. Namun dengan penuh pertimbangan, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai calon Ketua PWI Kotim. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan.” ucap Dody.
Pujo Darmanto menyusul dengan pernyataan mengundurkan diri yang disampaikan dengan nada tenang dan penuh harap, “Pada kesempatan ini pula mungkin tadinya saya berharap pemilihan ketua PWI kotim ada dua yang mengikuti, tapi dengan bismillahirrahmannirrahim, saya H. Puji Darmanto menyatakan mundur dari pemilihan ketua PWI ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung dan mempercayai saya, Saya berharap kepada ketua PWI yang terpilih nanti, dapat mengambil visi dan misi yang saya sampaikan ini, karena visi dan misi yang saya sampaikan ini untuk kebaikan kita semua,” beber Pujo.
Pathurrachman menjadi calon terakhir yang menyatakan mundur. Ia mengakui keterbatasan persiapan dan memilih untuk legowo, “Saya juga harus realistis ya, bahwa saya juga mungkin kalian mendukung saya ini, karena tidak ada persiapan macam-macam. Saya ingin memperbaiki sinergi PWI KOTIM , karena saya 18 tahun saya di Palangka Raya dan saya harus realistis, jadi saya nyatakan saya juga mundur. Biarkan teman-teman dua (kandidat) yang akan bertarung (calon ketua PWI Kotim).” kata Pathur.
Dengan mundurnya ketiga kandidat tersebut, kontestasi Ketua PWI Kotim akhirnya hanya mempertemukan dua nama, yakni Siti Fauziah dan Rusliadi, yang tetap bertahan dan bersiap melanjutkan kompetisi hingga tahap pemilihan suara.
Konferensi ini menjadi bukti bahwa dinamika demokrasi di tubuh PWI Kotim berjalan hidup, dengan para kandidat menunjukkan kedewasaan dan kebesaran hati dalam menyikapi situasi. Suasana yang sempat tegang berubah menjadi penuh hormat dan apresiasi terhadap keputusan para calon yang mundur dengan elegan.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post