SAMPIT – Kepala UPT PPD Samsat Kotawaringin Timur (Kotim), Rachman S, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggenjot penagihan pajak kendaraan bermotor yang menunggak. Berdasarkan data terbaru, jumlah tunggakan untuk kendaraan berplat putih (dulu plat hitam) mencapai 77.148 unit dengan nilai total sekitar Rp 111,4 miliar.
“Data real di UPT menunjukkan ada sekitar 77.000 tunggakan untuk plat putih, nilai uangnya sekitar Rp 111 miliar. Jumlah total kendaraan di Kotim sekitar 160.000 unit, dan masyarakat melakukan pembayaran setiap hari. Jadi angka ini masih dinamis,” jelas Rachman, Rabu 16 April 2025.
Ia menambahkan, untuk kendaraan plat kuning (angkutan umum) tercatat 1.007 unit dengan tunggakan mencapai Rp 15,6 miliar. Sedangkan kendaraan plat merah (dinas) sebanyak 913 unit menunggak senilai Rp 1,93 miliar.
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah melalui razia gabungan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepolisian, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Razia ini akan menyasar kendaraan yang mati pajak di jalan, dengan menyediakan layanan Samsat keliling agar masyarakat bisa langsung membayar di tempat.
“Terhitung mulai 2025, pendapatan akan langsung masuk ke kas daerah, tidak lewat Dana Bagi Hasil (DBH) lagi. Dari situlah akan dianggarkan pembiayaan untuk razia gabungan. Kendaraan non-KH yang beroperasi di sini juga akan kita tertibkan agar menggunakan plat Sampit,” ujarnya.
Rachman juga menyoroti persoalan pada kendaraan plat merah, di mana banyak yang sudah beralih kepemilikan atau dilelang, namun belum tercatat secara resmi. Hal ini menyulitkan penagihan karena status kendaraan tidak jelas.
“Permasalahannya ketika kita mau menagih, barangnya tidak ada. Banyak kendaraan yang dibawa pensiun atau sudah menjadi milik pribadi tapi tidak dilaporkan, sehingga masih tercatat sebagai potensi tunggakan. Ini sedang kami rekonsiliasi dengan BPKAD dan Bapenda,” tambahnya.
Razia gabungan dan pembenahan data kendaraan menjadi fokus utama Samsat Kotim agar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dimaksimalkan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post