SAMPIT – Sebanyak 300 penumpang mudik gratis kembali diberangkatkan melalui Pelabuhan Sampit pada 28 Maret 2025, setelah sebelumnya juga telah memberangkatkan 500 penumpang mudik gratis.
Hal itu berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor:IR-DJPL 2 Tahun 2025 tanggal 27 Februari 2025 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2025 (1446 H) dan Surat Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.104/1/16/DA/2025 tanggal 7 Maret 2025 Hal Kegiatan Tiket Gratis Penumpang Kapal Laut Masa Angkutan Laut Lebaran Tahun Anggaran 2025 Operator PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).
“Sebagimana kita ketahui bersama bahwa sebelumnya di Pelabuhan Sampit telah melaksanakan Program Mudik Gratis pada tanggal 24 Maret 2025 dengan tujuan Pelabuhan Tanjuang Emas Semarang dengan jumlah peserta mudik gratis sebanyak 500 peserta dan pada hari ini kembali menghadirkan program mudik gratis Kementerian Perhubungan bersama BUMN,”kata Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Sampit, Gusti Muchlis, Jumat 28 Maret 2025.
Yang mana ujarnya, program mudik gratis ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mudik menggunakan angkutan laut.
“Program Mudik Gratis hari ini bersama kapal KM Kelimutu dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan kuota peserta mudik gratis sebanyak 300 penumpang,”bebernya.
Jumlah pemudik sampai dengan hari ini tanggal 28 Maret 2025 (H-3) di Pelabuhan Sampit sebanyak 5.312. orang/penumpang dan jumlah penumpang turun sebanyak 1.286 dengan total jumlah penumpang 6.598 penumpang.
“Kemudian dapat kami sampaikan juga bahwa jumlah peserta mudik gratis pada tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebanyak 300 penumpang,”ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu terlaksananya kegiatan Program Mudik Gratis Tahun 2025 di Pelabuhan Sampit serta menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, ikhlas dan sungguh-sungguh.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post