SAMPIT – Tugas Dinas Pemadam Kebakaran yang semula hanya menangani kejadian kebakaran kini bertambah luas dengan bertambahnya menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).
Khususnya di Kotim, personel Disdamkarmat mengikuti pelatihan dua kali dalam satu minggu untuk peningkatan kemampuan resque dalam hal penyelamatan di berbagai kejadian.
“Kami kini tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran, tetapi juga menangani berbagai operasi penyelamatan, termasuk pemotongan cincin, warga terkunci di mobil atau rumah, evakuasi sarang tawon dan penanganan serangan monyet di permukiman dan lainnya,”Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Atimaraahini, Jumat 21 Maret 2025.
Menururnya, Disdamkarmat selalu siap membantu masyarakat dalam situasi darurat. Jika ada kejadian yang memerlukan pertolongan, ia mengimbau masyarakat segera melapor ke pos pemantau atau hubungi petugas terdekat.
“Untuk perlengkapan Rescue sendiri di Disdamkarmat cukup lengkap, misalnya jika ada masyarakat yang terkunci di dalam mobil kami memiliki alatnya untuk membuka mobil sehingga pintu mobil tidak perlu dirusak,”ujarnya.
Dikatakan Atimaraahini, Diadamkarmat bertugas menciptakan ketentraman, sehingga pihaknya selalu menerima laporan dari masyarakat baik melalui nomor center maupun WhatsApp atau media sosial yang dimiliki Disdamkarmat seperti Instagram.
“Kami juga mempunyai grup WhatsApp yang di dalamnya terdapat berbagai lintas sektor yang berhubungan dengan masyarakat sehingga respon kami bisa lebih cepat untuk melakukan penyelamatan,” tegasnya.
Tambahnya, dengan perluasan tugas untuk penyelamatan ini seluruh personil Disdamkarmat mengikuti peningkatan kapasitas rescue setiap minggunya. Termasuk untuk menyelamatkan orang yang tersetrum dan masih berada di atas, sehingga personil sudah memiliki kemampuan dan mempunyai tangga khusus untuk melakukan Rescue pada korban.
“Bahkan kami juga pernah melayani warga yang telah dibawa ke rumah sakit untuk mengeluarkan cincin di tangannya namun tidak berhasil sehingga kami datang ke rumah sakit untuk melakukan pemotongan cincin. Karena tidak semua petugas kesehatan bisa melakukan atau berani memotong cincin pada jari langsung,”ucapnya.
Selain itu pihaknya juga bisa melakukan Rescue ketika ada anjing yang berbahaya, namun tetap berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan termasuk juga misalnya ada monyet masuk kepermukiman warga.
“Kami juga melakukan Rescue terhadap sarang tawon seperti jenis Vespa yang mana sangat membahayakan. Jika tergigit korban bisa langsung pingsan hingga bisa mengakibatkan kematian,”ungkapnya.
Atimaraahini juga mengatakan, pihaknya pernah menerima laporan adanya orang dalam gangguan jiwa yang mengamuk. Meskipun saat devakuasi ternyata orang tersebut hanya mengalami stress.
“Masyarakat saat itu tahunya hanya menghubungi Disdamkarmat untuk penyelamatan, sehingga kami tetap merespon laporan tersebut sembari berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Di mana akhirnya yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan,” bebernya.
Sehingga menurutnya, pada dasarnya Disdamkarmat selalu siap menerima laporan dan memberikan respon cepat terhadap Laporan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemadaman kebakaran.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post