SAMPIT – Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat koordinasi untuk mencegah inflasi menjelang Ramadhan yang biasanya sering terjadi akibat banyak melonjaknya permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas.
Rapat digelar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka Menghadapi Bulan Ramadhan Dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H Tahun 2025.
“Inflasi yang terkendali merupakan prasyarat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sumber tekanan inflasi tidak hanya berasal dari sisi permintaan tetapi juga bisa berasal dari sisi suplay (penawaran),”kata Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol, Senin 24 Februari 2025.
Diantaranya gangguan produksi, distribusi, maupun kebijakan Pemerintah, seperti kenaikan harga BBM dan komoditas energi lainnya (administered price).
Adapun, inflasi kota Sampit pada bulan Januari 2025:
1. Inflasi Tahun ke Tahun (Year on Year/y-o-y), Januari 2025 terhadap Januari 2024, sebesar 0,18 persen.
2. Inflasi Tahun Kalender (year to date/y-to-d), Januari 2025 terhadap Desember 2024, sebesar -0,74 persen. (Deflasi sebesar 0,74 persen), dan Inflasi Bulanan (month to month/m-to-m), Januari 2025 terhadap Desember 2024, sebesar -0,74 persen (Deflasi sebesar 0,74 persen).
“Ada 5 lima komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar dalam Inflasi Bulan Januari yaitu, daging ayam ras sebesar 0,25 persen, cabai rawit sebesar 0,17 persen, ikan gabus sebesar 0,04 persen, bensin sebesar 0,03 persen dan ayam bakar sebesar 0,03 persen,” bebernya.
Seiring perayaan keagamaan ujarnya, mobilitas masyarakat umumnya akan meningkat, yang akan berdampak pada peningkatan permintaan beberapa kelompok komoditas pangan dan barang pokok penting lainnya serta kelompok transportasi.
“Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya setiap menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), demand (permintaan) terhadap beberapa kelompok komoditas khususnya bahan pokok pangan dan barang penting lainnya akan meningkat di masyarakat,”ucapnya.
Hal tersebut pastinya akan berpengaruh terhadap gejolak harga di pasar, dimana kemungkinan akan tejadi kenaikan harga atas beberapa kelompok bahan pokok pangan dan barang penting lainnya di tingkat masyarakat.
“Maka dari itu saya meminta kepada kita semua selaku Anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur dan stakeholders lainnya, agar selalu bersinergi dan berkoordinasi untuk melakukan langkah sinergis responsife dan tepat sasaran, untuk menjamin ketersediaan dan menjaga lonjakan harga di pasar,”tegasnya.
Khususnya kata Sanggul, untuk komoditas yang selalu menjadi penyumbang inflasi pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional saat menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
“Kita harus bisa memastikan ketersediaan bahan pokok dapat terpenuhi oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau, dengan demikian diharapkan angka inflasi d Kabupaten Kotawaringin Timur dapat terjaga,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post