SAMPIT – Kepala Dinas Perikanan kabupaten Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Oboi menyampaikan, meski saat ini Kabupaten Kotim telah memiliki pabrik es balok dan dermaga namun pihaknya masih membutuhkan dukungan lebih lanjut seperti pembangunan cold storage.
“Kita masih membutuhkan pembanhunan cold storage berkapasitas 10 ton, semenisasi jalan menuju pabrik dan tambahan peralatan pendukung lainnya,”ujarnya, Rabu 29 Januari 2025.
Dirinya berharap fasilitas penunjang ini dapat didukung dan segera direalisasikan untuk melengkapi fasilitas yang ada dalam rangka mendukung pengelolaan sektor perikanan secara lebih efektif dan efisien.
“Karena pabrik es itu satu paket dengan cold storage, sehingga hasil panen es balok bisa dikumpulkan di satu tempat. Sehingga hal ini sangat kami harapkan lantaran merupakan kebutuhan mendesak,”tegasnya.
Dijelaskan Oboi, es balok yang diproduksi di pabrik es mentaya yang berada di Desa Sei Ijum Raya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotim dapat bertahan hingga 7 hari.
“Ketahanan itu bisa sampai 7 hari apabila disimpan dengan baik seperti dalam kotak fiber atau kulkas kecil di atas kapal nelayan. Sehingga kita berharap masyarakat dan pelaku usaha kelautan serta perikanan bersama-sama menjaga dan memanfaatkan pabrik es yang telah dibangun di Sei Ijum ini,”bebernya.
Tambahnya, ke pabrik es mentaya memiliki kapasitas produksi 200 balok es per hari dengan berat 25 kg per balok. Kemudian untuk harga jual rp17.000 per balok di mana es balok ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nelayan untuk menjaga kualitas ikan tetap segar selama proses tangkapan hingga pemasaran.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post