SAMPIT – Sebanyak 19 sekolah yang akan menerima program makan bergizi gratis tahap awal di kabupaten Kotawaringin Timur. Yang mana untuk tahap awal ini akan dilaksanakan di kecamatan Mentawa Baru Ketapang, khususnya bagi sekolah yang berjarak dalam radius 6 km dari lokasi dapur umum yang berada di Jalan Jeruk 1 Sampit.
“Penerima program awal makan bergizi gratis ini kita khususkan agar berkeadilan sehingga dari setiap jenjang ada keterwakilan, baik itu TK, SD, SMP, SMA atau SMK serta Madrasah hingga pondok pesantren dan SLB,”kata Camat MB Ketapang Irpansyah, Jumat 17 Januari 2025.
Menurutnya, pemilihan sekolah ini pun telah dikoordinasikan bersama pemerintah Kabupaten, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Kotim, serta badan gizi nasional dan vendor dapur umum.
“Adapun sekolah yang menjadi sasaran untuk program ini pada tahap awal yaitu TK Pertiwi 1 Sampit dengan 15 peserta didik, TK Negeri Pembina Sampit dengan 65 peserta didik, TK Muslimat NU dengan 59 peserta didik, SD Negeri 1 Mentawa Baru Hulu dengan 155 peserta didik,”sebutnya.
Kemudian SD Negeri 4 Mentawa Baru Hulu dengan 342 peserta didik, SD Negeri 12 Mentawa Baru Hulu dengan 79 peserta didik, SMP Muhammadiyah Sampit dengan 28 peserta didik dan SMK Negeri 4 Sampit dengan 558 peserta didik.
Selanjutnya KB Nurul Iman dengan 42 peserta didik, SD Negeri 2 Mentawa Baru Hilir dengan 393 peserta didik, SD Muhammadiyah Sampit dengan 254 peserta didik, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Sampit dengan 53 peserta didik, MIS Nurul Ummah dengan 144 peserta didik, MTS Nurul Ummah dengan 65 peserta didik, MA Nurul Ummah dengan 25 peserta didik.
RA Islamiyah dengan 65 peserta didik, SD Negeri 1 Sawahan dengan 234 peserta didik, SD Negeri 3 Sawahan dengan 120 peserta didik dan terakhir pondok pesantren Nurul Jannah dengan 166 peserta didik.
“Adapun total sasaran peserta didik dari 19 sekolah ini sebanyak 3.042 peserta didik. Yang mana kemampuan dari satu dapur umum hanya bisa menyajikan sebanyak 3000 hingga 3500 porsi per hari, dan sudah digabung dari total jumlah peserta didik dan ibu hamil serta menyusui,”jelas Irpan.
Menurutnya 19 sekolah ini sudah sesuai dengan ketentuan yaitu berjarak tidak lebih 6 km dari lokasi dapur umum. Dimana 19 sekolah tersebut berjarak sekitar 500 hingga 2800 meter dengan jarak tempuh 1 menit hingga 7 menit dari lokasi dapur umum.
Sementara itu perwakilan Badan Gizi Nasional Maulina menyampaikan, makan bergizi gratis harus dikirim dalam keadaan segar hingga sampai ke sekolah sasaran dan disajikan kepada penerima. Sehingga lokasi pengantaran tidak boleh berjarak terlalu jauh dari dapur umum, atau memakan waktu lebih dari 30 menit.
“Hal ini berdasarkan perhitungan massa gizi yang terkandung di dalam makanan bergizi gratis tersebut. Karena ada beberapa makanan yang jika disajikan lebih dari 30 menit akan mengurangi gizi yang terkandung di dalamnya,”ungkap Maulina.
Sedangkan vendor dapur umum Heru mengatakan, pihaknya siap dan sanggup jika harus menyajikan lebih dari 3500 porsi per hari. Namun berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional 1 dapur umum hanya boleh menyajikan hingga 3500 porsi per hari dengan pertimbangan keefektifan waktu penyajian.
“Untuk itu kita memiliki keterbatasan penyajian. Karena sudah di atur oleh Badan Gizi Nasional,”jelasnya.
Terpisah, Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol meminta, jika nantinya vendor lain masuk untuk mengelola dapur umum di Kabupaten Kotim dalam program makan bergizi gratis ini, agar membangun dapur umum yang tidak berdekatan dengan dapur umum sebelumnya.
“Meski tidak ada ketentuan dari Badan Gizi Nasional terkait lokasi dapur umum, namun kita harap vendor lain nantinya membangun dapur umum di luar radius 6 km dari dapur umum yang sudah terbangun. Sehingga jangkauannya bisa lebih luas dan tidak terfokus di satu titik saja,”tegasnya.
Apalagi menurutnya, jumlah sekolah di Kabupaten Kotim sangat banyak dengan jumlah peserta didik pun yang lebih besar dibandingkan Kabupaten lainnya yang ada di Kalimantan Tengah.
“Atas kesadaran itulah, meski belum ada aturan untuk keterlibatan pemerintah, namun kami selalu aktif membantu baik itu dari pendataan peserta didik, pendataan sekolah bahkan kami telah menyiapkan lokasi di setiap Kecamatan untuk pembangunan dapur umum, baik itu dari lahan kosong milik pemerintah Kecamatan maupun Kelurahan,”tegasnya.
Sehingga dirinya berharap dalam menjalankan program ini khususnya di kabupaten Kotim, baik itu vendor maupun Badan Gizi Nasional selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
“Karena kami hanya bermaksud baik untuk menyukseskan program ini, tidak hanya menyiapkan lahan untuk pembangunan dapur umum, bahkan pemerintah Kotim juga saat ini tengah menyiapkan lahan untuk pertanian guna mendukung suplai bahan makanan segar ke dapur umum khususnya sayuran. Yang mana Kotim memiliki banyak kelompok tani di bidang ini, yang mampu mensuplai dalam jumlah banyak untuk kebutuhan dapur umum,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post