SAMPIT – Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah meminta sekolah penerima program Makan Bergizi Gratiz (MBG) direvisi. Pasalnya, Ia menilai sekolah yang menjadi sasaran di tahap awal ini masih belum merata.
“Kami meminta agar sekolah penerima ini direvisi, karena meski bertahap, kami ingin di tahap awal ini semua merata dapat, termasuk SDLB. Karena kami lihat sekolah yang ditunjuk hanya SD dan TK. kami inginnya ada TK, SD, SMP dan SMA/SMK serta SLB,”tegasnya, Kamis 16 Januari 2025.
Yang mana ujarnya, ada penunjukkan 11 sekolah untuk tahap awal. Namun dinilai kurang merata, bahkan yang menjadi sekolah sasaran termasuk sekolah yang dianggap masih mampu dan terdapat banyak anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke atas.
“Kami harap hal ini direvisi dan diperjelas lagi dari BGN maupun vendor dapur umum. Karena disebutnya hal ini bukan lagi uji coba namun sudah pelaksanaan yang dalam artian seharusnya ketika pelaksanaan semua wilayah harus sudah dapat program ini,”tegasnya.
Menurut Irpansyah, jika berbicara ketentuan penerima manfaat harus dalam radius 6 km dari dapur umum, maka ada banyak sekali sekolah di MB Ketapang yang berjarak sesuai ketentuan.
Seperti halnya sekolah yang ada di NB Hulu ada 11 sekolah yaitu SD Islam Terpadu Al Ishlah, SD Negeri 1 Sawahan, SD Negeri 2 Sawahan, SD Negeri 3 Sawahan, SD Swasta Global Nusantara Nasional Plus, TK Al Hidayah, TK Global Nusantara Nasional Plus, TK Islam Darus Salam, TK Kartika XVII-22, TK Nurul Jannah, TK. IT. Sabilillah.
Kemudian, sekolah yang ada di Kelurahan Ketapang ada 17 sekolah yakni KB Kemala Bhayangkari, SD Negeri 1 Ketapang, SD Negeri 2 Ketapang, SD Negeri 3 Ketapang, SD Negeri 4 Ketapang, SD Negeri 5 Ketapang, SD Negeri 6 Ketapang, SMP Darul Amin, SMP Islam Terpadu Arafah, SMP Negeri 4 Sampit, SMP PGRI 1 Sampit, SMA IT Darul Amin Sampit, TK Algar, TK Bakti Ibu, TK Ibnu Saleh, TK Nabila School, TK Salsabila.
Yang mana semua sekolah tersebut berada dalam radius 6 km dari dapur umum yang berada di Jalan Jeruk 1 Sampit.
“Pelaksanaan secara bertahap ini harus jelas, apakah selama satu tahun kontrak dapur umum itu hanya memberikan MBG untuk 3.500 pelajar di sekolah yang itu-itu saja, atau bergilir setiap satu bulnan ganti sekolah sasaran agar program ini dapat dirasakan semua, mengingat hanya ada satu dapur umum di Kotim,”tegasnya.
Sementara itu perwakilan BGN, Maulina mengatakan, pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dimulai dari sekolah yang berjarak terdekat dengan dapur umum.
“Nantinya akan ada evaluasi secara berkala bersama pemerintah pusat, begitu juga dengan masukan-masukan yang diberikan baik itu dari pemerintah daerah maupun Kecamatan hingga Kelurahan akan kami sampaikan ketika rapat koordinasi bersama BGN pusat,”tegasnya.
Terpisah, Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol mengatakan, terkait sasaran penerima akan direvisi disesuaikan dengan data yang dimiliki Disdik, Kecamatan dan kelurahan setempat.
“Karena mereka yang lebih tahu di lapangan mana sekolah yang paling membutuhkan yang seharusnya didahulukan. Sehingga kita minta agar perwakilan BGN dan vendor dapur berkoordinasi bersama pemerintah untuk menentukan sekolah penerima,”terangnya.
Tambahnya, pemerintah Kotim proaktif membantu menyukseskan program ini. Bahkan dari 17 kecamatan yang ada di Kotim semua sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan dapur umum jika nantinya sudah ada kedatangan vendor.
“Maka dari itu kita berharap ada lebih banyak vendor yang datang atau bahkan masyarakat Kotim yang ingin menjadi vendor dapur umum bisa langsung mendaftarkan diri melalui website resmi BGN Pusat,”ucapnya.
Sehingga lanjutnya, program ini bisa dijalankan di seluruh Kecamatan. Yang mana saat ini ada keterbatasan dapur umum hanya satu yang dikelola oleh satu vendor sehingga penyediaan makan bergizi gratis pun terbatas sekitar 3000 hingga 3500 porsi per harinya.
“Karena itulah program ini dilakukan secara bertahap di Kotim lantaran vendor juga masih ada satu, sehingga berdasarkan ketentuan dari BGN, mereka tidak bisa memberikan pelayanan lebih dari 3500 porsi per hari. Sementara siswa kita untuk satu Kecamatan saja ada yang lebih dari 3500 siswa, sehingga memerlukan vendor yang lebih banyak,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post