SAMPIT – Kepala Dinas DP3AP2KB kabupaten Kotawaringin Timur Imam Subekti menyampaikan, untuk mewujudkan lansia berdaya pemerintah mendukung adanya sekolah lansia di Kabupaten Kotim.
Hal itu disampaikannya pada saat menghadiri wisuda Akbar sekolah lansia di bina Keluarga lansia (BKL) sekaligus diseminasi policy brief dampak kesepian dan kesehatan mental lansia.
“Pemerintah tentu mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah atas terlaksananya kegiatan ini untuk para lansia,”ujarnya, Kamis 19 Desember 2024.
Lanjutnya, lansia merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia yang akan dialami oleh setiap individu. Dengan disediakannya sekolah lansia, diharapkan bisa mewujudkan lansia berdaya melalui program sekolah lansia di BKL.
“Salah satu sekolah lansia di Kabupaten Kotim adalah sekolah lansia SMART, yang artinya sehat mandiri, aktif, religius dan tangguh yang berada di Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang. Saat ini siswanya masih berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 orang wanita dan 5 orang laki-laki,”bebernya.
Tujuan dari kegiatan ini lanjutnya, untuk mewujudkan lansia berdaya melalui keikutsertaan lansia dalam komunitas sekolah seperti lansia BKL. Selain itu juga memperkuat kemitraan dan kolaborasi program kelanjut usia anda dalam mewujudkan lansia yang smart, mensosialisasikan pola hidup aktif dan sehat baik fisik maupun mental dalam menikmati masa tua.
“Juga untuk memotivasi para lansia agar tetap aktif dengan berinteraksi sesama lansia lainnya serta mewujudkan lansia berdaya dengan mendorong para wisudawan sekolah lansia BKL dapat berkreasi sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya,”terang Subekti.
Kemudian tambahnya, diharapkan nantinya menjadi duta lansia dan dapat menjadi fasilitator sekolah lansia di wilayahnya dalam penyelenggaraan program kelanjut usiaan dan mendisemasi policy brief mengenai dampak kesepian dan kesehatan mental para lansia.
Sementara itu kepala perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dr Jeanny Yola Winokan menyampaikan, sekolah lansia merupakan salah satu solusi dalam menghadapi ledakan penduduk. Sekolah lansia merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi lanjut usia untuk pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
“Aehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan. Hal ini sesuai dengan undang-undang RI nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan Lanjut Usia bahwa sebagai penghormatan dan penghargaan kepada lanjut usia diberikan hak untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,”jelasnya.
Diantaranya adalah pelayanan pendidikan dan pelatihan juga menjadi quick Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga yaitu memberdayakan lansia sesuai kapasitas atau pekerjaan yang sesuai.
” Saya berharap setelah menempuh proses standar satu ini para siswa dapat berbagi pengalaman kepada lansia lain, terutama dalam menjalani materi 7 dimensi Asia tangguh yang berkaitan dengan materi selama pendidikan baik meliputi dimensi spiritual, intelektual, fisik emosional sosial kemasyarakatan vokasional dan lingkungan,”bebernya.
Tambahnya, materi tersebut diajarkan oleh para fasilitator berkompeten dan materi tersebut telah diajarkan selama kurang lebih 6 bulan sesuai dengan juknis sekolah lansia.
Pelaksanaan program sekolah lansia di Kabupaten Kotim juga diharapkan menjadi sebuah pemacu untuk lansia lain tetap bersemangat dan Kecamatan lain dapat mengikuti langkah yang sama dengan membentuk sekolah lansia.
“Tentunya setelah lansia tidak akan berhasil tanpa usaha dan dukungan dari semua pihak khususnya dalam hal ini adalah DP3AP2KB, Camat serta seluruh masyarakat terutama keluarga yang memiliki lansia untuk terus mendukung dan memotivasi lansia agar dapat ikut serta dalam kegiatan sekolah lansia ini,”imbuhnya.
Dirinya mengajak seluruh Camat dan kepala desa untuk mengembangkan lagi kelas-kelas baru sehingga sekolah lansia yang merupakan sekolah non formal menjadi kebutuhan bagi para lansia dalam menyelesaikan masalahnya.
“Karena lansia kerap kali mengalami kebosanan dan jenuh di rumah lanyaran hanya menunggu anak cucunya pulang sekolah atau bekerja. Sehingga Besar harapan sekolah lansia yang ada di Kabupaten Kotim dapat dirasakan oleh semua masyarakat,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post