SAMPIT – Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Irawati menilai, hingga saat ini inflasi yang terjadi di Kabupaten Kotim tidak berpengaruh besar terhadap harga emas bahkan minat warga masih tinggi untuk berinvestasi.
Hal itu disampaikannya setelah melakukan peninjauan langsung sejumlah harga pada pusat perbelanjaan mentaya. Yaitu tidak hanya harga emas namun juga harga kebutuhan pokok lain.
“Emas dianggap sebagai aset yang tangguh dalam menghadapi inflasi, karena lebih stabil dibandingkan aset berisiko lainnya,”kata Irawati, Kamis 19 Desember 2024.
Menurutnya, harga emas juga dipengaruhi oleh prinsip permintaan dan penawaran pasar. Ketika permintaan lebih tinggi daripada penawaran, harga emas akan naik. Namun saat peninjauan didapati bahwa permintaan dan penawaran emas sendiri di Kota Sampit masih seimbang.
“Sedangkan untuk harga kebutuhan pokok saat ini sebagian besar kebutuhan pokok masih stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.
Namun, ia mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung. timun, dan tomat. Kenaikan ini diduga akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir pada lahan pertanian.
“Kenaikan harga sayuran ini kemungkinan besar dipicu oleh curah hujan yang tinggi sehingga banyak petani terdampak banjir,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post