SAMPIT – Guna menekan inflasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerja sama dengan Bulog Kantor Wilayah Kalteng menyalurkan sembako murah.
Salah satunya 6.000 paket sembako murah disalurkan melalui Bulog Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Pasar murah ini merupakan program Pemprov Kalteng melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bersama Bulog Kanwil Kalteng untuk pengendalian inflasi jelang pergantian tahun,”kata Asisten Manajer Bisnis Bulog Sub Divisi Regional Sampit Agung di Sampit, Rabu 13 November 2024.
Menurutnya, penyaluran paket sembako murah di Kotim dimulai sejak Minggu 10 November di Masjid Al Falah Sampit dan dilanjutkan pada hari ini di halaman Kantor Bulog Sampit. Penyaluran sembako murah direncanakan akan digelar hingga Jumat 15 November 2024.
“Selama sembako masih tersedia akan kita lanjutkan sampai Jumat. Dengan harapan melalui program ini bisa mengatasi kenaikan bahan pokok yang seringnya melonjak saat akhir tahun,”ucapnya.
Dirinya mencontohkan kebutuhan pokok yang sering mengalami kenaikan adalah beras, karena musim panen beras lokal biasanya hanya sampai Oktober, sehingga pada November, Desember, Januari dan Februari harga beras akan melambung.
“Makanya untuk mengantisipasi itu diselenggarakan kegiatan pasar murah dengan subsidi,” tegasnya.
Diketahui, paket sembako yang disediakan melalui pasar murah ini berisi 10 kilogram beras jenis premium, 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir. Dengan isi paket tersebut harga normal atau harga pasarnya diperkirakan Rp200 ribu lebih.
Akan tetapi, pada pasar murah ini warga cukup menebus paket sembako itu dengan Rp20 ribu saja, sebab pemerintah telah memberikan subsidi Rp180 ribu untuk setiap paketnya.
“Sejauh ini sekitar 4.000 paket sembako murah telah terjual, Bulog siap untuk menambah jumlah paket tersebut jika ada kontrak baru dengan Pemprov Kalteng,”ungkapnya.
Sementara untuk pembelian diharuskan menggunakan kupon, yaitu yang dibagikan pemerintah daerah melalui kelurahan dan desa setempat.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post