SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Hairis Salamad mengingatkan perusahaan besar swasta (PBS) khususnya di bidang perkebunan harus ikut aktif mensosialisasikan terkait bahaya narkoba kepada para karyawannya. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa narkoba banyak disalahgunakan di kawasan sektor perkebunan.
“Harusnya ada program di daerah ini untuk PBS bersih dari narkoba dan perusahaan paling tidak bisa melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat atau kepolisian untuk menggelar sosialisasi bahaya narkoba,”ujarnya, Jumat 20 September 2024.
Biasanya kata Hairis, mengkonsumsi narkoba dijadikan alasan agar tetap kuat bekerja di wilayah perkebunan. Padahal jika mengetahui dampaknya sangat buruk bagi keselamatan dan kesehatan hingga dapat mengorbankan masa depan dan juga orang sekitar.
“Terutama di wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Antang Kalang Kecamatan Tualan Hulu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Parenggean, Kecamatan Telaga Antang dan Kecamatan Bukit Sentuai, selama 5 tahun terakhir saya belum pernah melihat ada perusahaan yang memberikan sosialisasi terkait hal itu kepada karyawannya,”bebernya.
Untuk itu diharapkan perusahaan dapat aktif memberikan pemahaman akan bahaya narkoba karena hal itu selain untuk menjaga keselamatan pekerja juga menghindari kerugian perusahaan.
Diketahui BNNP Kalteng sudah sering melakukan tes urine ke PBS baik itu perusahaan di bidang perkebunan maupun pertambangan dan hasilnya hampir rata-rata perusahaan ada pekerja yang positif narkoba.
“Karena beberapa dari mereka hanya tahu barang tersebut adalah doping atau obat kuat agar bisa lebih semangat dan memiliki energi untuk melakukan pekerjaan. Untuk itulah perlu diberikan pemahaman bagi mereka agar tidak menyalahgunakan barang haram tersebut,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post