SAMPIT – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) Agus Mulyadi menyampaikan, saat ini kabupaten Kotawaringin Timur Tengah memasuki musim peralihan atau pancaroba.
“Yaitu dari musim kemarau ke musim hujan, yang mana diperkirakan musim hujan di wilayah utara Kotim akan dimulai pada Dasarian II September 2024. Sementara wilayah tengah pada Dasarian III September dan Wilayah selatan pada Dasarian II oktober,” bebernya, Minggu 15 September 2024.
Sementara untuk perkiraan Puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025. Meski saat ini Kotim masih belum memasuki musim hujan namun beberapa kali pada musim peralihan ini bisa terjadi hujan yang sangat lebat kemudian berubah lagi panas yang sangat ekstrem.
“Biasanya pada musim peralihan ini akan terjadi cuaca ekstrem yang berubah-ubah, kondisi ini juga bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Tambahnya, musim kemarau pada tahun 2024 ini tidak sepanjang musim kemarau saat tahun 2023 sehingga untuk bencana kebakaran hutan dan lahan juga tidak separah tahun lalu.
“Sejak Januari hingga Agustus 2024 hotspot terbanyak ditemukan pada bulan Juli yaitu sebanyak 49 hotspot dengan hotspot tertinggi di kecamatan Telaga Antang dan Mentaya Hulu,” tutupnya.
Diketahui akumulasi titik panas 24 jam terakhir yaitu 15 September 2024 terdapat 49 titik panas di enam Kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim. Yaitu di kecamatan Telaga Antang ada 12 titik panas yang terbagi di Desa Batu Agung 2, Desa Bukit Indah 9 titik, Desa Tribuana 2 titik dan desa Tumbang Bajenai 1 titik.
Kemudian di kecamatan Antang Kalang terdapat 11 titik panas yaitu di desa Tumbang Gagu 5 titik, desa Tumbang Kalang 1 titik, Desa Tumbang Ngahan 2 titik, dan desa Tumbang Sepayang 3 titik.
Selanjutnya Kecamatan Bukit Santuai terdapat 10 titik panas, yaitu di desa Tumbang Batu 5 titik, Desa Tumbang Kania 2 titik dan desa Tumbang Tawan 3 titik. Kecamatan Mentaya Hilir Utara tepatnya di desa Bagendang Tengah terdapat 9 titik panas.
Kemudian di kecamatan Tualan Hulu terdapat 3 titik panas yaitu di desa Luwuk Sampun satu titik, dan Desa Tanjung Jorong 2 titik. Terakhir di kecamatan mentawa baru Ketapang ada dua titik panas yaitu di desa bapeang 1. Dan Kelurahan Pasir Putih 1 titik. Sehingga total titik panas yaitu 49.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post