SAMPIT – Pembangunan Jembatan Mentaya yang telah lama dinantikan masyarakat Kotim, diperkirakan akan menelan biaya yang sangat besar. Ini dikarenakan perkembangan harga material saat ini. Estimasi anggaran pembangunan jembatan bisa mencapai Rp2 triliun atau dua kali lipat dari perkiraan tahun 2023.
“Wacana pembangunan Jembatan Mentaya ini sudah ada sejak lama. Pada tahun 2008, kami telah melakukan uji kelayakan atau Feasibility Study (FS), kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2013,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Jumat, 13 September 2024.
Disampaikan, pembangunan jembatan tersebut diperkirakan akan membutuhkan anggaran besar. Ini dikarenakan perkembangan harga material setiap tahunnya. Diprediksi,pembangunan itu akan menelan anggaran sebesar Rp2 triliun.
Oleh karena itu, DSDABMBKPRKP Kotim terus berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya terkait anggaran.
“Pembangunan Jembatan Mentaya ini membutuhkan biaya yang sangat besar, APBD Kotim saja tidak akan mampu,” ungkapnya.
Mentana mengatakan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mendatangi Kantor PUPR Kalteng untuk berkoordinasi lebih lanjut dan berharap pemerintah provinsi bersedia membantu pembangunan Jembatan Mentaya, khususnya dari segi anggaran.
“Kemudian, kami akan segera menindaklanjuti dengan mengusulkan pembangunan Jembatan Mentaya ke Kementerian PUPR agar mendapat bantuan dana yang bersumber dari APBN,” imbuhnya.
Selain itu, Pemkab Kotim juga akan meminta rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang berada di bawah Kementerian PUPR. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 20 Tahun 2022, yang mewajibkan pembangunan jembatan bentang panjang untuk mendapatkan rekomendasi dari KKJTJ.
“Prosesnya memang panjang, tapi seumpamanya semua tahapan berjalan lancar dan anggaran mendukung, maka pembangunan Jembatan Mentaya bisa dimulai pada tahun 2025. Jika anggarannya lancar, kemungkinan dalam dua tahun pembangunan sudah selesai,” tutup Mentana.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post