SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengirimkan tim dokter spesialis ke desa. Ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60.
“Pelayanan spesialistik ke desa yang ada di Kecamatan Parenggean ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan kesehatan gratis yang sebelumnya digelar di Kecamatan Cempaga,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin 9 September 2024.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik. Oleh sebab itu dalam rangka HKN tahun 2024 ini dirinya mengirim sejumlah dokter spesialis ke desa.
Ia menilai dengan adanya dokter spesialis terjun langsung ke lapangan, pihaknya dapat mengetahui kondisi kesalahan masyarakatnya.
“Tadi di lapangan banyak anak-anak hampir stunting ada juga kurang gizi atau gejalanya. Sehingga adanya dokter spesialis yang kita kirim ke daerah kita dapat mengetahui kondisi masyarakat kita dan itu menjadi bahan evaluasi di kabupaten apa yang diperlukan untuk Kotim ke depannya. Sehingga kita harus mempersiapkannya dari sekarang agar masyarakat kita terjaga kesehatannya,” ujar Halikinnor.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Umar Kaderi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan RSUD dr Murjani Sampit.
“Kegiatan pelayanan spesialistik ini sebelumnya juga di gelar di Desa Jemaras Kecamatan Cempaga. Kemudian dilanjutkan di Desa Karang Tunggal Kecamatan Parenggean,” jelas Umar.
Umar menambahkan bahwa pihaknya akan mengunjungi beberapa kecamatan lainnya dalam rangka HKN. “InsyaAllah beberapa kecamatan akan kami kunjungi juga dalam rangka HKN ini. Antusiasme masyarakat tinggi dalam kegiatan ini. Mereka menyambut baik,” ungkapnya.
Pada kegiatan di Kecamatan Parenggean, Dinkes menerjunkan tujuh dokter spesialis, yaitu dua orang dokter spesialis paru, dua orang dokter spesialis anak, dokter kandungan, dokter spesialis kejiwaan, dan dokter spesialis keselamatan kerja.
“Sehingga penyakit yang dikeluhkan warga di desa dapat langsung ditangani oleh dokter spesialis kita, ” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post