SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong peningkatan kader Posyandu. Ini terkait dengan transformasi layanan primer yang fokus pada pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah tingkat kecakapan kader posyandu secara lisan dan praktik. Karena kader posyandu sebagai penggerak, pencatat, dan penyuluh sederhana di Posyandu,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dari Dinkes Kotim Norliyana, Selasa, 27 Agustus 2024.
Disampaikan, hal itu sesuai siklus hidup, keterampilan umum yang harus diketahui oleh kader Posyandu adalah penimbangan dan pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan dan deteksi dini penyakit serta penyuluhan kesehatan.
Lanjutnya, penting bagi kader posyandu mengetahui dan memahami 25 keterampilan dasar bagi kader posyandu, termasuk di dalamnya adalah penguatan dan penanggulangan stunting.
“Untuk mendukung pelayanan posyandu yang baik dan prima, kader posyandu harus memiliki 25 keterampilan dasar pada bidang kesehatan,” tuturnya.
Keterampilan dasar tersebut tersebar diberbagai kelompok, yaitu, ibu hamil menyusui, bayi balita, usia sekolah dan remaja, dan usia produktif dan lansia.
Oleh sebab itu, dibutuhkan peningkatan keterampilan kader Posyandu sebagai penggerak, penyuluh, dan pencatat untuk mampu memberikan pelayanan seluruh sasaran siklus kehidupan melalui 25 keterampilan dasar kader.
“Melaksanakan peran Posyandu seorang kader perlu memiliki berbagai keterampilan dasar setidaknya ada 25 keterampilan dasar layanan,” sebutnya.
25 keterampilan dasar layanan kader Posyandu bagi Kesehatan masyarakat meliputi
Keterampilan Pengelolaan Posyandu:
1. Menjelaskan paket layanan posyandu untuk seluruh siklus hidup
2. Melakukan pencatatan dan pelaporan
3. Melakukan kunjungan rumah
4. Melakukan komunikasi efektif
Keterampilan Bayi dan Balita :
1. Menjelaskan Penggunaan Buku KIA bagian balita
2. Melakukan penyuluhan ASI Eksklusif, MP ASI Kaya Protein Hewani sesuai umur
3. Melakukan penimbangan, pengukuran panjang/ tinggi badan dan lingkar kepala, lengan atas
4. Menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan normal, kurang dan tindak lanjutnya.
5. Menjelaskan stimulasi perkembangan, vitamin A dan obat cacing sesuai umur.
6. Menjelaskan layanan imunisasi rutin lengkap dan PD31 (Hepatitis, Difteri, Campak, Rubela, Diare)
7. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya bayi dan balita
Keterampilan Ibu Hamil, Menyusui :
1. Menjelaskan Penggunaan Buku KIA bagian ibu hamil, nifas
2. Melakukan penyuluhan Isi Piringku Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
3. Menjelaskan Pemeriksaan Ibu Hamil dan Ibu Nifas
4. Menjelaskan bahwa ibu hamil perlu memantau berat badan, lingkar lengan dan tekanan darah dengan kurva Buku ΚΙΑ
5. Menjelaskan anjuran minum TTD setiap hari selama hamil
6. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya ibu hamil, ibu nifas
Keterampilan Usia Sekolah & Remaja :
1. Melakukan penyuluhan isi piringku dan aktivitas fisik
2. Menjelaskan program pencegahan anemia (TTD dan skrining Hb remaja putri)
3. Melakukan penyuluhan bahaya merokok dan NAPZA, dan kehamilan remaja
Keterampilan Usia Dewasa & Lansia :
1. Melakukan penyuluhan Germas (isi piringku, aktivitas fisik dan cek kesehatan)
2. Menjelaskan penyakit terbanyak (obesitas, hipertensi, diabetes, stroke, kanker, PPOK, TBC, diare, kesehatan jiwa, Geriatri)
3. Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan pengukuran lingkar perut, tekanan darah (obesitas, hipertensi)
4. Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan kuesioner
5. Melakukan penyuluhan keluarga berencana.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post