SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur melepas sebanyak 30 orang calon mahasiswa yang memperoleh beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kepala Sawit (SDMPKS) tahun 2024.
“Pada tahun ini kita kembali memperoleh calon penerima beasiswa pendidikan SDMPKS untuk putra putri daerah Kabupaten Kotim,” kata Staf Ahli Bupati Kotim, Rusmiati Senin 26 Agustus 2024.
Itu ia ungkapkan saat mewakili Bupati Kotim Halikinnor melepas 31 calon mahasiswa tersebut. Kegiatan itu digelar di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jalan Achmad Yani Sampit.
Disampaikan untuk tahun 2024 ini Kotim mendapat kuota 31 calon mahasiswa SDMPKS baik dari jalur afirmasi maupun reguler yang tersebar pada beberapa jenjang dan perguruan tinggi di Pulau Jawa dan Sumatera.
Diungkapkan, selain program beasiswa kelapa sawit, program dengan menggunakan kerangka Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) atau yang lebih kita kenal dengan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang telah terealisasi sejak tahun 2018 seluas 2.097,71 ha kepada 321 pekebun pada 5 kecamatan sentra perkebunan kelapa sawit di wilayah Kotim.
“Penerimaan beasiswa pendidikan SDMPKS ini adalah langkah pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang pendidikan bagi putra dan putri Kabupaten Kotim untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Sepnita mengungkapkan beasiswa dari BPDPKS . Ini dilaksanakan sejak tahun 2022 lalu, dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah penerima beasiswa.
Disebutnya, pada tahun 2022 ada 3 orang penerima, 2023 ada 10 orang dan tahun 2024 ada 31 orang.
“Ini usaha Bapak Bupati Kotim untuk meningkatkan kualitas SDM di perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.
Lanjutnya, 31 penerima beasiswa ini nantinya akan dikirim ke sejumlah akademi yang ada di Pulau Jawa dan Sumatra. Disebutnya dari jumlah itu, 10 orang mendapat pendidikan di Pulau Sumatera sedangkan 21 orangnya akan menempuh pendidikan tersebar di Pulau Jawa seperti Bekasi dan Joga.
“Mereka ini ada yang mengambil D1, D4 dan S-1. Mereka yang mendapat beasiswa ini peluangnya lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, ” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post