SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Halikinoor mengatakan, panahan tradisional merupakan warisan Rasullullah. Sehingga ia sangat mengapresiasi komunitas atau kelompok yang terus melestarikan kegiatan ini.
Salah satunya, Perkumpulan Pemanah Berkuda Indonesia (Perdana) DPD Kalimantan Tengah yang pada Minggu 18 Agustus 2024 menggelar Kejuaraan Pentas Cup di Base Camp Pentas (Pemanah Tradisional Sampit), di Lapangan Panahan Papadaan, Jalan Lingkar Utara Kota Sampit.
“Diharapkan kejuaraan seperti ini menjadi agenda rutin sehingga geliat olahraga panahan tradisional khususnya di Kotim semakin maju. Karena saya lihat banyak juga peminatnya,”kata Halikinnor, Senin, 19 Agustus 2024.
Menurutnya, peran dari organisasi semacam ini serta keinginan dari masyarakat sangat berperan dalam pelestarian kebudayaan leluhur. Karena selain olahraga, event ini juga menjadi ajang silaturahmi sesama pemanah.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang menyelenggarakan kejuaraan ini. Panahan tradisional merupakan khasanah budaya kita, sekaligus budaya islami,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, pemerintah daerah selalu siap membantu dan memfasilitasi para atlet di daerah ini tidak hanya atlet panahan namun juga atlet di bidang olahraga lainnya. Karena ia menyadari banyak sekali bakat dari pemuda-pemuda di Kotim ini yang dapat dikembangkan tidak hanya di bidang akademik namun juga non akademik.
“Kita juga siap membantu pengadaan dua kuda sebagai sarana penunjang latihan Pemanah Tradisional Sampit melalui APBD Perubahan 2024,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post