SAMPIT – Sebanyak 13 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti Musyawarah Daerah III Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2024, di Balai Basarah Tampung Penyang JI. Jenderal Sudirman Km 2,7 Sampit pada tanggal 30 sampai 31 Juli 2024.
“Tujuan dari pelaksanaan Kegiatan Musyawarah Daerah III Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Kabupaten Kotim adalah untuk Memilih Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur Masa Bhakti 2024-2029,”kata Ketua Panitia, Armanto, Rabu 31 Juli 2024.
Disebutkannya, adapun peserta dari kegiatan ini yakni
Kecamatan Baamang, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan Cempaga, Kecamatan Cempaga Hulu, Kecamatan Perenggean, Kecamatan Tualan Hulu, Kecamatan Kuala Kuayan, Kecamatan Bukit Santuai, Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Telawang dengan masing-masing 1 orang.
Sementara itu, Ketua Umum LPT-IK Pusat Palangkaraya, Parada mengatakan, bahwa Musda ke III ini merupakan pelaksanaan amanat dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Pusat Palangka Raya, periode 2021-2026.
“Dilaksanakan musda ini sebagai upaya menyikapi perkembangan situasi terkini yang sedang berkembang dan penyampaian hasil evaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan serta menjabarkan dan menindaklanjuti pokok-pokok kebijakan Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Pusat Palangka Raya,”ujarnya.
Lebih lanjut Parada menyampaikan, Musda di Kotim ini diyakini memiliki nilai strategis, karena setiap pelaksanaan musda pada hakekatnya memberikan keuntungan ganda, di satu sisi merupakan wahana evaluasi atas kinerja. Sedangkan pada sisi yang lain, ini merupakan titik awal pelaksanaan tugas bagi pengurus terpilih nantinya.
“Oleh karena itu, kita perlu bekerja keras untuk menyusun dan mewujudkan program kerja yang benar-benar menyetuh kepada kebutuhan dalam melakukan pembinaan dan pelayanan umat, yang pasti kita tetap semangat untuk memperjuangkan anggaran yang proporsional akuntabel dapat dipertanggung jawabkan, jalin kerjasama yang baik dengan pemerintah, bantu pemerintah melalui pembangunan spiritual umat dalam upaya menciptakan umat Hindu Kaharingan berahklak mulia,”ucapnya.
Menurutnya, Umat Hindu Kaharingan sebagai bagian dari warga negara Republik Indonesia. Mak sudah sewajarnyalah turut serta dalam pembangunan, khususnya pembangunan di Kotim.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post