SAMPIT – Memasuki musim kemarau 2024, sejumlah titik panas atau hotspot mulai bermunculan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan kebakaran hutan dan lahan sudah mulai terjadi di beberapa titik kota Sampit dan sekitarnya.
“Dari pantauan terakhir sejak 15 Juli 2024 hingga pagi ini, ada sejumlah titik panas di Kotim yaitu di Desa Kuluk Telawang kecamatan Antang Kalang 1 titik, Kelurahan Pasir Putih Kecamatan MB Ketapang 1 titik, Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit 1 titik dan Desa Luwuk Sampun Kecamatan Tualan Hulu 1 titik,”kata Kabid Pembinaan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Selasa 16 Juli 2024.
Lanjutnya, selain itu juga ditemukan titik panas di wilayah Kota yakni di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang 1 titik dan Desa Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu 1 titik.
“Kondisi ini bisa semakin parah karena berdasarkan informasi BMKG, tidak terdapat petumbuhan awan signifikan diseluruh wilayah Kotim. Bahkan Kotim masuk zona yang sangat mudah terbakar dilihat dari peta kemudahan terjadinya kebakaran di Kalimantan Tengah,”ujarnya.
Yaitu lanjutnya, alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan dalam kondisi sangat kering sehingga sangat mudah terbakar.
Sementara itu untuk kondisi karhutla di Kotim pada tahun 2024 ini, sejumlah wilayah dari Utara, Tengah dan Selatan. Didapat bahwa wilayah Selatan sudah ada luasan lahan yang terbakar yakni 0,16 hektare.
“Namun luas itu hanya luasan lahan yang ditangani oleh petugas, sementara jika ada karhutla di luar itu yang belum tertangani belum kita masukkan data. Dan data ini juga bisa berubah-rubah seiring waktu, karena ini hanya permulaan dari musim kemarau,”tegasnya.
Sampai saat ini tambah Agus, untuk kondisi kualitas udara di Kotim masih bagus atau dapat diterima pada kesehatab manusia, hewan dan tumbuhan. Walaupun pada 15 Juli kemarin sudah mulai terjadi kebakaran dan membuat asap mengepul di sekitar permukiman warga khususnya di Jalan Pramuka hingga Antang Barat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post