SAMPIT – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Dan Kawasaan Permukiman (SDABMBK PRKP) Kotawaringin Timur yakni Mentana Dhinar Tistama menyampaikan, penanganan banjir setiap daerah khususnya di Kotim berbeda-beda.
“Berdasarkan Penyusunan draf Roadmap Penanggulangan Banjir di Kotim pada Juni 2024 lalu, disampaikan bahwa pada dasarnya dalam melaksanakan penanganan banjir, harus dikenali beberapa hal diantaranya adalah mengenali besarnya debit banjir, mengisolasi daerah genangan banjir dan mengurangi tinggi elevasi air banjir,” ujarnya, Minggu 14 Juli 2024.
Sementara lanjutnya, untuk penanganan di hulu dengan membangun dam pengendali banjir yang dapat memperlambat waktu tiba banjir dan menurunkan besarnya debit banjir, pembuatan waduk
lapangan yang dapat merubah pola hidrograf banjir dan penghijauan di Daerah Aliran Sungai.
“Penyebab terjadinya banjir di Kotim juga adalah karena kurangnya sinergitas penanganan banjir dengan melibatkan berbagai stakeholder secara
sistematis,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan banjir masih bersifat partial dan kurangnya koordinasi dari beberapa stakeholder
yang terlibat sehingga dapat mewujudkan lamanya penanganan dan kejadian banjir yang berulang dikarenakan penanganannya kurang tuntas.
“Dengan adanya roadmap penanganan banjir, maka penanganan banjir akan lebih terstruktur, tercapai secara bertahap dan bencana banjir tidak terulang dan dapat dilakukan upaya pencegahan sejak dini pada lokasi-lokasi yang sering dilanda banjir dan berpotensi banjir di Kotim,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















