SAMPIT – Kepolisian Sektor Baamang diselimuti rasa haru dan kehilangan seiring kabar perpindahan tugas Iptu Fedrick Liano. Sosok pemimpin yang selama satu tahun ini telah membawa kemajuan dan menjalin kedekatan dengan masyarakat, kini harus melanjutkan pengabdiannya di Polda Kalteng.
Meskipun terbilang singkat, kepemimpinan Iptu Fedrick Liano di Baamang telah mengukir kesan mendalam. Di bawah komandonya, sinergi antara Polri dan masyarakat terjalin erat. Berbagai kegiatan sosial dan lingkungan terlaksana dengan gemilang, dibuktikan dengan penghargaan pertama dalam bidang kebersihan lingkungan kantor dari Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Sarpani lalu.
Kemampuannya dalam membina keamanan lingkungan pun tak perlu diragukan lagi. Di bawah kepemimpinannya, RT 35 Kelurahan Baamang Barat berhasil meraih juara pertama Satuan Keamanan Keliling (Satkamling) di wilayah hukum Polres Kotim.
Kepergian Iptu Fedrick Liano meninggalkan lubang besar di hati masyarakat Baamang. Sosoknya yang ramah, tegas, dan selalu sigap membantu telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Dedikasi dan kerja keras Iptu Fedrick Liano selama di Baamang patut diapresiasi. Kegigihannya dalam membangun kemajuan dan menjalin kedekatan dengan masyarakat menjadikannya panutan bagi para anggotanya. Meskipun telah beralih tugas, kenangan indah dan kontribusinya akan selalu diingat oleh masyarakat Baamang.
Dirinya bersama unsur Forkopimda Kecamatan Baamang berhasil membuat gagasan untuk menerbitkan aturan para pedagang di Ikon Terowongan Nur Mentaya menjadi kondusif, dimana sebelumnya ikon yang menjadi pusat titik kumpul warga Sampit sangat semrawut dengan adanya suara musik yang jaraknya hanya beberapa meter saja.
Namun, saat ini keadaan ikon tersebut sudah berbeda dan tidak ada lagi pengeras suara sehingga para pengunjung bisa menikmati suasana keindahan terowongan tersebut tanpa kebisingan.
Pria yang akrab juga disapa Erik itu, kedekatan dengan anak-anak motor di Sampit tidak diragukan lagi, baik itu club motor trail, anak motor king, super motor, CBR club dan lain sebagainya. Berkat pendekatan emosionalnya mereka berkolaborasi untuk melaksanakan sosialisasi balapan liar dan juga melaksanakan bakti sosial yaitu sunatan massal yang pertama diadakan di kantor Polsek Baamang Jalan Cilik Riwut KM 4 tersebut.
Selain itu, di tangan dan kreatifnya Fedrick Polsek Baamang diubahnya menjadi tempat tongkrongan warga dengan Polri, hal itu menandakan bahwa hubungan masyarakat bersama dirinya itu sangat harmonis. Dia juga membuat sebuah gazebo untuk melayani masyarakat menerima aspirasi masyarakat wilayah hukumnya.
Komandan yang sangat dicintai oleh anggotanya itu, juga diketahui jarang balik ke rumah, ia rela begadang setiap hari bahkan tidur di Mako Polsej Baamang untuk menemani dan bertanggung untuk mengajarkan anggota baik itu dalam penyelidikan, penyelesaian masalah masyarakat maupun turun langsung dilapangan, hal itu membuat pendetan emosianal anggota dan Fedrick sangat bagus.
Fedrick diketahui bertugas di Polsek Baamang pada bulan Juni 2023 lalu, dan pada 2 Juli 2024, jabatan Fedrick resmi bergeser ke Polda Kalteng. Kegembiraan ini juga menyisakan sejumlah kesedihan anggota Polsek, masyarakat Baamang, hingga segala pihak yang bermitra.
”Awal tugas kesini, saya memang berniat mengabdikan diri di kota kelahiran saya ini. Memang sedih, tapi saya ada tugas lain lagi ditempat yang berbeda. Kenangan indah terukir, takkan pernah terlupa, walaupun raga pergi, hati tetap disini,” ucap Fedrick.
Perwira berpangkat dua balok emas ini berpesan agar komunikasi tetap terjaga meski ia tidak berada di Kotim. Dan juga meminta agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
”Saya akan selalu rindu, terimakasih Kotim, terimakasih Baamang atas segala kenangan. Semoga selalu aman, rukun, damai dan sejahtera. Semoga saya bisa kembali dengan jabatan baru di kota kelahiran saya ini,” tutur polisi murah senyum ini.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post