SAMPIT – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Dan Kawasaan Permukiman (SDABMBK PRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama menyampaikan, penyebab terjadinya daerah rawan banjir di Kotim dan genangan adalah karena tertutupnya street inlet sehingga air hujan tidak bisa masuk ke dalam saluran drainase.
“Selain itu juga, adanya pendangkalan di beberapa bagian saluran, konstruksi drainase yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan, serta pengalih fungsian lahan dari kondisi alami menjadi lahan dengan fungsi komersil,”ujarnya, Jumat 28 Juni 2024.
Penyebab lain lanjutnya, adalah curah hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya sungai, hal ini harus mendapat penanganan agar terwujud pengendalian banjir secara efektif dan efisien.
“Untuk itu perlu adanya sinergitas penanganan benjir dengan melibatkan berbagai stakeholder secara sistematis. Sehingga diharapkan project leader melaksanakan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan stakeholder yang terlibat agar dapat
menghasilkan kinerja yang optimal dalam mewujudkan tahapan pelaksanaan proyek perubahan penanganan banjir dan tahapan implementasi proyek perubahan,”ungkapnya.
Mentana juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan mentor yang dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2024 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Konsultasi dengan Mentor terkait dengan proyek perubahan telah dilaksanakan sejak penyusunan rancangan aksi, perumusan judul sampai dengan implementasi tahapan (milestone) proyek perubahan. Sebagaimana, penanganan banjir memerlukan adanya penanganan multi sektor, dengan demikian, perlu adanya kolaborasi dengan dinas/instansi terkait untuk melakukan upaya pencegahan, penanganan dan mitigasi,”bebernya.
Menurut Mentana, Sekretaris Daerah Kotim memberikan dukungan penuh terhadap proyek perubahan Roadmap Langkah Sistematis dan Terintegrasi Dalam Penanganan Banjir di Kotim.
“Perencanaan secara sistematis dan terintegrasi dalam penanganan banjir di Kotim sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan Dinas kami,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post