SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar sunatan masal. Kegiatan tersebut diikuti tidak hanya anak-anak tapi juga pria dewasa berusia 35 tahun dan ada juga anak-anak yang beragama non muslim.
“Sunatan masal ini berlaku untuk seluruh masyarakat Kotim dan tidak ada batasan usia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderisasi, Senin 24 Juni 2024.
Disebutnya, jika secara keseluruhan jumlah peserta dari 17 kecamatan ada 1000 orang. Sementara untuk Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) yang dilaksanakan hari ini ada 300 orang.
Biasanya sunatan masal ini diikuti oleh anak di usia sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat. Namun sunatan masal yang digelar Pemkab Kotim kali ini berbeda, karena pesertanya tidak hanya anak-anak ada juga yang berusia 35 tahun.
“Iya ada juga yang usianya segitu, kami tetap melayani. Mungkin yang bersangkutan mualaf jadi baru bersunat,” terang Umar.
Namun ada juga peserta yang non muslim. Keikutsertaan mereka dimungkinkan karena berfikir untuk kesehatan. Diketahui sunat secara kesehatan bagus, karena menjaga kebersihan pada alat kemaluan laki-laki.
“Mungkin karena kesehatan, makanya ikut serta dalam sunat masal ini. Nantinya pasca sunat saya minta mereka memeriksakan hasil sunat itu ke faskes terdekat. Kami tidak mau pasca sunat ada kondisi lainnya,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan sunat masal wilayah MBK, Dinkes Kotim menerjunkan 67 orang perawat, 2 orang dokter dan 2 orang apoteker serta 7 orang pembantu.
Sementara untuk kecamatan lainnya, jika jumlah peserta membludak maka pihaknya akan menurunkan tenaga kesehatannnya ke kecamatan.
“Di kecamatan kita lihat kalau jumlahnya membludak kita kerahkan lagi yang dari Kabupaten. Sunatan masal ini luar biasa sekali, kami tidak pernah melaksanakan se Kotim, tapi karena ini inisiasi Bupati Kotim kita selenggarakan dan pesertanya banyak,” imbuhnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post