SAMPIT – Pelaksana tugas (Plt) Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo mengatakan, awal musim kemarau dipredikai terjadi pada Agustus Dasarian I. Sehingga dirinya mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem saat peralihan musim yang dapat berpotensi banjir.
“Pada masa transisi ini potensi cuaca ekstrem cukup tinggi akibat peningkatan curah hujan yang dapat berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor,”ujarnya, Jumat, 14 Juni 2024.
Yang mana lanjutnya, pada awal Bulan Mei lalu, yang terpantau pleh stasiun BMKG Kotim untuk wilayah tengah Kotim yaitu Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang khususnya yang termasuk area Kota Sampit dan Wilayah Selatan Kotim sudah memasuki masa transisi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
“Sedangkan Wilayah Utara Kotim seperti Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang dan zbukit Santuai termasuk daerah non ZOM (Zona Musim) yang artinya pola hujan rata – ratanya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan, sehingga masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga deras,” bebernya.
Menurutnya, pasang surut air laut tidak berpengaruh signifikan dalam terjadinya banjir di wilayah Utara Kotim wilayah Keluraha Kuala Kuayan dan beberapa desa di sekitarnya yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dirinya juga menyebutkan, dari pantauan per 14 Juni 2024 ini tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di seluruh wilayah Kotim. Sementara untuk Prakiraan Akumulasi Curah Hujan Kotim tanggal 14 Juni 2024 jam 07.00 WIB hingga tanggal 15 Juni 2024 jam 07.00 WIB berdasarkan Data Model Prediksi Cuaca Numerik berpotensi berawan hingga hujan ringan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post