SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menyebutkan, belanja daerah tahun 2023 hanya tercapai 83,82%. Karena pada tahun 2023 ada beberapa program kegiatan yang sudah dilaksanakan tetapi sampai tanggal 31 Desember 2023 belum dibayarkan karena sumber dana pembiayaan atas program dan kegiatan tersebut tidak terealisasi.
“Hal ini mengakibatkan tidak terserapnya penganggaran tersebut. Kemudian, beberapa pendapatan transfer dari pusat diterima oleh pemerintah daerah diakhir periode sehingga berdampak terhadap peningkatan silpa diakhir periode,”ujarnya, Selasa 11 Juni 2024.
Kedepannya kata Irawati, ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam meng-anggarkan belanja berdasarkan sumber dana yang lebih riil.
“Berkiatan dengan sisa anggaran lebih (silpa) sebesar Rp.234.106.773.908,52, merupakan sisa dari kegiatan dan belanja yang dilaksanakan serta belanja-belanja yang belum dibayarkan sampai akhir tahun. Nilai silpa di kas daerah sebagian besar adalah sisa kegiatan, DAU, DAK fisik, DAK non fisik, DBH – pusat dana reboisasi yang mencapai Rp.166.710.122.800,60,”bebernya.
Menurutnya, nilai ini merupakan saldo kas daerah yang dibatasi penggunaannya terikat ketentuan, serta saldo dana BLUD (badan layanan umum daerah), dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan BOK (bantuan operasional kesehatan) sebesar Rp.67.396.651.107,92.
“Maka dari itulah nilai silpa dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 lalu cukup tinggi, dalam pengelolaan keuangan kedepannya kami akan terus melakukan perbaikan-perbaikan. Sehingga bisa mempertahankan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari penilaian BPK perwakilan wilayah Kalteng, dimana sudah ke 10 kali kita dapatkan secara berturut-turut,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post