SAMPIT – Banjir masih terjadi di Bantaran Sungai Mentaya. Sejak tanggal 26 Mei 2024 sampai dengan sekarang yang di awali banjir sejumlah kecamatan wilayah Utara yakni Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai dan Mentaya Hulu.
Kini banjir meluas ke Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Kegiatan masyarakat berjalan dengan terbatas. Alternatif moda transportasi dari darat berubah ke sungai,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Senin 3 Juni 2024.
Ketika dikunjungi ujarnya, muka air banjir berada 20 sampai 60 cm diatas permukaan jalan desa. Untuk sementara distribusi orang dan barang menggunakan perahu karena akses jalan terputus akibat luapan sungai mentaya ke badan jalan.
“Khususnya masyarakat Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi ini memang sudah mampu berharmonisasi dengan kondisi alam ini. Karena sudah berkali-kali dilanda banjir. Kemarin BPBD sudah menurunkan 8 personil TRC, 1 unit perahu karet, 3 unit mobil R.4 4×4, alat water rescue untuk mendampingi tim Dinsos dan Dinas Pertanian memantau lokasi banjir,”ujarnya.
Berdasarkan pengalaman, banjir di Desa Hanjalipan akan bertahan sekitar sebulan dengan ketinggian bervariasi. Karena, kondisi tanahnya berada di dataran rendah, letaknya di pinggir Sungai Mentaya sehingga rawan banjir.
“Biasanya Desa Hanjalipan memang menjadi desa yang terakhir banjir setelah daerah hulu, karena ada pertemuan dua muara sungai di desa ini. Jadi setelah banjir di Antang Kalang, Telaga Antang itu surut airnya turun membanjiri Desa Hanjalipan,”ungkapnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post