SAMPIT – Adjie Putra Aditya Ketua Ecolity People mengatakan, Komunitas melakukan parade masyarakat peduli lingkungan hidup di Taman Kota Sampit, 19 Mei 2024, sebagai upaya untuk mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan dan bersama sama menjaga ke asri an alam.
“22 April adalah peringatan hari Bumi namun kita ada kendala sehingga kegiatan baru bisa dilaksanakan pada hari itu 19 Mei dengan tema Bumi bukan tempat sampah, karena kita lihat sendiri kondisi di kota Sampit banyak dampak salah satunya baru terjadi banjir di wilayah perkotaan bahkan beberapa tidak pernah mengalami banjir,” ujarnya, Minggu 19 Mei 2024.
Yang mana diketahui ujarnya, salah satu penyebabnya adalah sampah yang tersebar di iritasi menyadarkan bahwa pentingnya kepedulian masyarakat agar jangan sampai membuang sampah sembarangan.
“Target kita adalah komunitas komunitas peduli lingkungan dan masyarakat pada umumnya dengan harapan pemerintah karena kita membutuhkan fasilitas untuk pengelolaan sampah Karena Selama ini masih belum ada fasilitas untuk pengelolaan sampah Yang ada hanya depo dan TPA,” ungkapnya.
Menurutnya, komunitas ingin menyelesaikan permasalahan sampah ini minimal bisa di daur ulang.
Kegiatan ini sendiri merupakan swadaya dari komunitas, yang didalamnya ada bermacam-macam.
“Karena anggota dari berbagai latar ada yang seniman, pencinta lingkungan, sehingga terkadang kita juga melaksanakan kegiatan pementasan seni yang bertemakan lingkungan serta membersihka lingkungan atau clean up seperti irigasi dan sungai-sungai serta parade seperti hari ini untuk menyuarakan isu-isu lingkungan, ada juga lomba mewarnai dan beberapa kegiatan lagi bertemakan lingkungan. Kegiatan akan berlangsung sampai sore untuk pengumuman pemenang lomba-lomba,” bebernya.
Terpisah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit Utfatul Sadiah mengatakan, ia sangat senang dan menurutnya kegiatan seperti ini sangat bagus dilaksanakan karena melihat dari temanya yaitu bumi bukan tempat sampah.
“Dimana kita menghimbau semua masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan melindungi lingkungan kita agar tetap asri dan terhindar dari virus-virus yang biasanya bertebaran dijalan,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan yang bisa dimulai dari diri sendiri yaitu jangan membuang sampah sembarangan harus ditanamkan sejak dini, karena jika tidak dimulai dari diri sendiri maka siapa lagi memulainya.
Dan jangan sampai membuang sampah ke sungai karena bisa membuat lingkungan tercemar.
“Harapan kita semoga Kotim bisa terus melakukan kegiatan semacam ini mungkin sebulan sekali, karena sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post