SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya agar Bandara H. Asan Sampit dikembangkan. Ketersediaan lahan yang menjadi salah satu syarat pengembangan juga telah disediakan.
“Pemerintah daerah sebuah menyediakan lahan untuk pengembangan bandara, ” kata, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Rihel, Sabtu 18 Mei 2024. Disampaikan, seluas 8,3 lahan yang disediakan, namun yang akan dihibahkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) seluas 5 hektar dan akan langsung diserahkan oleh Bupati Kotim nantinya.
Saat ini sedang dilakukan proses verifikasi. “Sedangkan sisanya yaitu 3,3 kita urus juga, biar nantinya tidak lagi diambil pihak lain,” imbuhnya. Disampaikan, lahan seluas 5 hektare tersebut dinilai cukup untuk pengembangan Bandara H Asan Sampit.
Adapun pengembangan bandara tersebut kan memperpanjang landasan pacu yang semula 2.060 meter menjadi 2.260 meter dan pelebaran 30 meter menjadi 45 meter. Pemkab Kotim terus berupaya agar bandara yang saat ini jarang beroperasi agar segera dikembangkan. Dengan harapan pesawat berbadan besar jenis Airbus bisa mendarat.
“Karena selama ini, keterbatasan penerbangan di Sampit disebabkan keterbatasan airline jenis Boeing dan ATR-72 dimana 2 jenis pesawat tersebut yang hanya mampu mendarat di Bandara H Asan Sampit, ” sebutnya.
Oleh sebab itu dirinya berharap pengembangan Bandara H Asan Sampit segera ditindaklanjuti Kementerian Perhubungan. Karena pendaratan pesawat besar di Sampit dipercaya dapat menekan harga tiket yang melambung tinggi.
Sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke Pangkalan Bun atau Palangka Raya untuk mendapat layanan penerbangan yang terjangkau. “Kami akan melakukan pemasangan patok atau batas serta gotong royong, kami akan berkoordinasi dengan Camat Baamang, ” tutupnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post