SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggelar Gerakan Posyandu Serentak . Ini upaya penanganan kasus stunting di wilayah tersebut. Gerakan tersebut dilakukan antara Juni dan Juli mendatang.
“Ini kita lakukan karena kasus stunting kita berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mengalami peningkatan, ” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim, Imam Subekti, Minggu 12 Mei 2024.
Diketahui, berdasarkan data dari riset kesehatan dasar (Riskesdes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 angka prevalensi stunting di Kabupaten Kotim sebesar 48,84 persen tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng), tetapi pada tahun 2022 mengacu kepada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia angka prevalensi stunting di Kabupaten Kotim sebesar 27,9 persen dan berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting naik menjadi 35,5 persen.
“Dengan kita melakukan Gerakan Posyandu Serentak, nanti bisa memberikan gambaran bagaimana Survei Kesehatan Indonesia itu bisa kita sandingkan datanya. Apakah memang sebesar itu ataukah lebih besar atau mungkin lebih kecil, karena kita ingin tahu secara keseluruhan data balita yang ada di Kotim, nanti dilakukan oleh teman-teman kita yang ada di Posyandu yang ada di desa-desa dan kelurahan,” terangnya.
Posyandu menjadi fokus kegiatan. Karena ia menilai pencatatan dilakukan harus melalui Posyandu, apalagi selama ini tidak semuanya balita yang ada di Kotim melakukan kunjungan ke Posyandu, sehingga itu membuat data tidak lengkap.
Disampaikan, dengan adanya Gerakan Posyandu Serentak tersebut diharapkan dapat mendata semua balita di Kotim. Karena pihaknya akan langsung melakukan jemput bola ke rumah-rumah warga yang memiliki balita.
“Jadi kalau memang nanti ada balita yang sesuai dengan data belum datang, apakah kita adakan secara berkala dan juga bisa juga kita jemput bola, kita ambil datanya di locus masing-masing atau di rumah masing-masing sesuai dengan data waktu kita melakukan gerebek stunting, kita datangi di locus sesuai dengan by name by address,” ungkapnya.
Lanjutnya, strategi dalam menekan angka stunting di wilayah ini dilakukan secara prefentif dan promotif. Pasalnya, penurun stunting juga harus dilakukan mulai dari remaja putri, seperti memberikan tablet tambah darah, pemberian pengertian pada calon pengantin, selain itu juga pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil.
“Karena kalau dia sudah masuk seribu kehidupan pertama, itu harus sudah dilakukan penanganan. Ini adalah gerakan kita bersama supaya stunting ini bisa kita atasi semuanya,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post