SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menilai program Tentara Manunggal Mmembangun Desa (TMMD) dapat membantu pemerintah daerah dalam kemajuan pembangunan di desa.
“Hari ini saya melaksanakan pembukaan secara resmi TMMD yang ke-120 yang dilaksanakan oleh Kodim 1015 Sampit. Tentunya kami perintah daerah selalu ingin bersinergi, ” katanya, Rabu, 8 Mei 2024.
Disampaikan, TMMD merupakan kegiatan positif. Tentara atau TNI ini membantu pemerintah daerah. Pasalnya pada kegiatan tersebut memiliki program fisik dan non fisik yang mampu mempercepat pembangunan di desa.
Program fisik, para TNI ini merangkul stakeholder, masyarakat termasuk dunia usaha bergotong royong menembus desa yang terisolasi ataupun membuat jalan menuju sentral-sentral produksi masyarakat.
“Kenapa membantu, contoh pembuatan jalan atau jembatan, kita anggarkan Rp1 miliar jika menggunakan sistem proyek itu mungkin hanya dapat beberapa meter saja. Tapi kalau TMMD dengan prinsip gotong royong hasilnya akan lebih maksimal. Makanya kami sangat mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada Kodim 1015 Sampit,” ucapnya.
TMMD ke-120 Kodim Sampit ini kembali dilaksanakan di Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Baamang. Kodim 1015 Sampit yang menerjunkan 180 anggota akan kembali melanjutkan program tahun sebelumnya yaitu menembuskan jalan dari Kelurahan Tanah Mas ke Baamang Hulu.
“Program fisik TMMD adalah membuka jalan dari Tanah Mas menuju Baamang Hulu. Dengan tembusnya jalan itu, maka jarak tempuh warga kelurahan tanah mas tidak jauh lagi jika ke Kota Sampit atau menghubungkan ke sentra-sentra pertanian di Tanah Mas, karena disini penghasil rotan,” ucap Dandim 1015 Sampit, Letkol Inf Muhammad Tandri Subrat.
Disampaikan, sampai saat ini panjang jalan tersebut yang telah dikerjakan sekitar 618 meter dari Kelurahan Tanah Mas. Sedangkan untuk sampai ke Kelurahan Baamang Hulu masih harus menembus 3 kilometer lagi.
“Progam fisik juga ada membangun jembatan, sudah ada 5 unit yang kita bangun. Selanjutnya kita survei lagi, karena sesuai yang disampaikan bupati itu akan dilakukan pada tahun 2025,karena kita tahu anggaran baru normal. Program fisik itu dilakukan secara bertahap. Sehingga memungkinkan besar, TMMD tahun selanjutnya juga akan difokuskan di kelurahan yang sama,” tutupnya.
(Dev/matakalteng)





















Discussion about this post