SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengungkapkan setiap bulannya pemerintah daerah setempat harus menganggarkan Rp17 miliar untuk tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang ada di wilayahnya.
“Ini upaya kita meningkatkan kesejahteraan pegawai terutama guru di Kabupaten Kotim,” katanya, Kamis, 2 Mei 2024.
Disampaikan, sejauh ini masih ada insentif guru yang masih rendah. Oleh sebab itu, adanya sertifikasi guru sangat membantu selain TPP itu. Disebutnya, anggaran khusus untuk TPP itu mencapai Rp17 miliar per bulannya.
“Sebenarnya TPP itu bukan hak pegawai tapi penunjang kinerja dan itu upaya yang dilakukan agar pegawai lebih terjamin kesejahteraannya,” ujarnya.
Lanjutnya, jika pegawai yang tidak disiplin maka TPP akan dipotong. Sehingga TPP itu tergantung dari kinerja pegawai. Jika kinerja pegawai sesuai dengan aturan maka akan dibayarkan penuh.
“Jadi kalau tidak turun beberapa hari itu akan di potong. Beda kalau gaji akan diterima setiap bulannya penuh. Jadi kita tetap berusaha meningkatkan penghasilan pegawai terutama guru, karena guru ini kunci dari keberhasilan SDM kita,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post