SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi menyebutkan dari 21 Puskesmas yang ada di wilayah itu hanya satu yang belum terakreditasi sampai saat ini. Itu dikarenakan kurangnya SDM untuk memenuhi pelayanan kesehatan.
“Sekarang masih ada satu yang belum terakreditasi, Puskesmas Tumbang Penyahuan Kecamatan Bukit Santuai telah terakreditasi,” katanya, Sabtu 10 Februari 2024. Disebutnya untuk akreditasi Puskesmas, 20 sudah terakreditasi dan 4 Puskesmas diantaranya sudah terakreditasi dengan predikat Paripurna. Sehingga menjadi 5 Puskesmas yang terakreditasi paripurna.
Hanya satu puskesmas masih belum diakreditasi yakni Puskesmas Tualan Hulu. “Ini dikarenakan keterbatasan tenaga di Puskesmas tersebut. Namun tahun ini diupayakan akreditasi karena kebutuhan tenaga telah terpenuhi dengan adanya penempatan tenaga kesehatan dan PPPK, ” ujarnya.
Akreditasi pada fasilitas kesehatan terus diupayakan oleh pihaknya. Karena akreditasi dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta kualitasnya, keamanan pasien dapat lebih terjamin, dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat diperkuat.
Akreditasi juga mendorong adopsi praktik terbaik dan inovasi dalam pelayanan kesehatan untuk memberikan manfaat yang maksimal bagi pasien dan juga masyarakat. Oleh sebab itu akreditasi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh lembaga, termasuk lembaga pelayananan kesehatan.
“Untuk klinik swasta yang telah terakreditasi sebanyak 3 klinik untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani telah ter-upgrade Akreditasi Paripurna. Sementara Rumah Sakit Pratama Parenggean dan Rumah Sakit Pratama Samuda masih dalam upaya pendampingan akreditasi. Sedangkan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam proses persiapan akreditasi juga, ” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post