SAMPIT – Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih marak dan belum mampu ditangani secara maksimal, meskipun Bupati Kotim sudah memberikan instruksi atau himbauan yang tegas terkait penanganan Karhutla, terbukti dalam beberapa hari terakhir Karhutla masih terjadi bahkan di wilayah yang kerap sama.
Tercatat, dalam beberapa minggu terakhir kebakaran lahan masih terjadi pada beberapa daerah di Kotim seperti kecamatan Baamang, MB Ketapang, Mentaya Hulu, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut.
Kemudian, di Kecamatan Pulau Hanaut sendiri pada hari Kamis, 14 September 2023, kebakaran kembali terjadi di desa Serambut dan Desa Satiruk. Kebakaran lahan di desa Serambut sudah pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 4 September 2023, dan berselang sepuluh hari api kembali berkobar di lokasi yang sama.
“Api kembali membakar lahan-lahan kosong dilokasi tersebut sudah sejak tanggal 13 September 2023, namun karena keterbatasan personil api masih belum mampu dikendalikan hingga hari ini,” kata Izak selaku Ketua Pemuda Peduli Kebakaran Hutan dan Lahan desa Serambut, Jumat 15 September 2023.
Izak juga menyampaikan keluhannya dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan karena menurutnya kurangnya kepedulian dari masyarakat sekitar dalam melakukan pemadaman.
“Api sudah ada sejak kemarin hari Rabu, dan sampai hari ini masih belum mampu kami kendalikan karena keterbatasan personil, dan warga sekitar hanya menonton tidak membantu melakukan pemadaman, kami hanya bertujuh dibantu anggota Babinsa dan cukup kewalahan,”ujar Pemuda asal desa Serambut tersebut.
Dan menurutnya pihak yang berwajib belum ada tindakan yang serius dalam menyikapi kebakaran lahan, padahal sudah ada instruksi dan himbauan yang tegas dari Bupati. “Harusnya pihak berwajib yang punya kewenangan juga harus serius dalam upaya penanganan karhutla, kebakaran sudah terjadi beberapa kali tapi tidak ada tindakan yang serius, padahal pak Bupati sudah memberikan instruksi yang serius,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post