SAMPIT – Sebagai upaya pelestarian budaya, masyarakat Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar kegiatan mandi safar di Sungai Mentaya yang melintasi hampir semua desa di Kecamatan itu.
“Tradisi mandi safar yang biasanya dilakukan pada hari Rabu di penghujung bulan safar merupakan tradisi turun temurun untuk menjauhkan dari marabahaya. Moment yang sakral menurut masyarakat di Kota Besi, ini rutin dilaksanakan di daerah kita dan merupakan budaya yang perlu dilestarikan,” kata Camat Kota Besi, Gusti Mukafi, Kamis 14 September 2023.
Mandi safar lanjut Gusti Mukafi adalah salah satu tradisi lama Melayu yang hingga kini masih terjaga eksistensinya di Kabupaten Kotim. Tradisi lama yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam ini digelar setiap tahun di bulan Safar dalam hitungan Tahun Hijriah.
“Menurut kepercayaan masyarakat, bahwa ritual mandi safar dapat mencegah atau bahkan menghilangkan segala macam kesialan, wabah penyakit menular, bencana atau musibah yang akan atau telah datang, khususnya pada bulan Safar,” jelasnya.
Meski acara digelar secara sederhana di sungai Mentaya yang berada di Kecamatan Kota Besi, namun ia berharap melalui kegiatan ini menambah keakraban masyarakat setempat sehingga terciptanya Kerukunan dan terjaganya kondusifitas daerah.
“Selain itu juga semoga dalam momentum ini di masyarakat dapat saling bersinergi terutama karena sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilihan kepala desa di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Kota Besi, sehingga untuk kelancaran acara ini diperlukan kerjasama yang baik semua pihak termasuk masyarakat setempat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post